Daerah

Petani Salak Madu Anggota Koperasi Syariah di Sleman Yogyakarta Dapat Pembiayaan Dana Bergulir dari LPDB Rp 1,1 Miliar

Pipnews.co.id, Sleman – Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikrog Kecil dan Menengah ( LPDB-KUMKM) menyalurkan  pembiayaan dana bergulir kepada petani salak madu di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta sebesar Rp 1,1 miliar. Dana bergulir ini dikucurkan melalui Koperasi Syariah Serba Usaha (KSSU) BMT Mitra Usaha Mulia. milik para petani salak madu tersebut.

“Kami akan terus fokus dalam memperkuat permodalan bagi koperasi berkualutas, seperti KSSU BMT Mitra Usaha Mulia. Terlebih lagi para anggotanya banyak bergerak di sektor pertanian salak madu,” kata Direktur LPDB-KUMKM Supomo, dalam keterangan resmi (15/11).

Menurut Supomo, KSSU BMT Mitra Usaha Mulia berdiri sejak 1996 dengan jumlah anggota sebanyak 7000 orang, yang sebagian di antaranya petani salak madu. Sebelumnya, koperasi ini sudah dua kali mendapat pembiayaan dana bergulir dari LPDB, yaitu di 2010 sebesar Rp 1 miliar dan di 2015 sebesar Rp 2 miliar. Pengembaliannya lancar dan sudah lunas.

“Boleh dikatakan KSSU BMT Mitra Usaha Mulia ini sudah masuk koperasi modern, lantaran sudah menerapkan layanan anggota secara digital, lewat aplikasi MUM Mobile (PayBMT, M-BMT), yang bisa diakses melalui handphone,” kata Supomo menjelaskan.

Saat proses pencairan dana bergulir ke KSSU BMT Mitra Usaha Mulia beberapa waktu lalu, Supomo bersama Direktur Pembiayaan Syariah Adi Permata menyempatkan diri datang mengunjungi seorang petani salak madu bernama Maryanto di kebun salaknya di desa Tempel, Sleman.  Maryanto yang mengaku telah mendapat pembiayaan dana bergulir dari melalui koperasinya bercerita pengalamannya bertani salak kepada Supomo.

Maryanto menjelaskan, perkebunan salak madu miliknya seluas dua hektare dikelola mulai dari awal  tanam, pemeliharaan pohon hingga masa panen. Ia juga menjelaskan bagaimana cara menghasilkan perkawinan antar salak yang mampu menghasilkan buah salak yang berkualitas tinggi.

“Saat ini salak madu tengah diminati pasar. Permintaan salak madu terus meningkat,” kata Maryanto. Seraya menambahkan, harga salak madu per kg sebesar Rp9 ribu. Namun kalau sudah masuk Minimarket atau supermarket modern bisa Rp12 ribu per kg. Bahkan ketika permintaan salak madu sangat tinggi harganya pernah mencapai Rp 25 ribu per kg.

Maryanto melanjutkan, saat panen dalam tiga hari kebun salak madu miliknya bisa menghasilkan 1 ton buah salak. Adapun pangsa pasarnya, tidak hanya untuk toko oleh oleh yang ada di Provinsi Yogyakarta, tapi juga sudah menembus pasar  Jakarta, Surabaya, Bali hingga Jambi.

“Permintaan terbanyak dari Bali, karena di Bali ada budaya keagamaan sesaji yang berisi buah buahan. Salah satu buahnya adalah salak madu dari Sleman, Yogyakarta,” imbuh Maryanto menutup ceritanya. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button