Produk KUMKM Perlu Miliki Standardisasi Mutu dan Sertifikasi

Pipnews.co.id, Gorontalo – Kementerian Koperasi dan UKM menggelar kegiatan konsultasi dan pemberkasan dalam rangka standarisasi dan sertifikasi produk KUMKM yang potensial ekspor, di kabupaten Gorontalo, Selasa (19/9). Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah wawasan dan pemahaman dalam menerapkan standar mutu produk yang dihasilkan dan meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk KUMKM.

Kegiatan yang berlangsung di Grend Q Hotel Gorontalo, pada Selasa (19/9) itu dibuka Plt Asdep Standardisasi dan Sertifikasi, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Sitti Darmawasita ST M.Si ini, melibatkan 50 pengusaha kecil dan menengah di Kabupaten Gorontalo.

Menurut Sitti, meski persaingan perdagangan suatu produk khususnya produk pangan makin sengit, namun suatu produk tersebut akan tetap dapat permintaan tinggi, jika standar mutu produk itu bisa dipertahankan dan dijaga konsistensinya.

Mengingat imbuh dia standardisasi dan sertifikasi diperlukan antara lain untuk mencegah pangan dari kemungkinan pencemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Untuk itulah pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM ikut berupaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing, serta muwujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Maka Kementerian Koperasi dan UKM melalui Asisten Deputi Standardisasi dan Sertifikasi, memfasilitasi Standarisasi dan Sertifikasi Produk KUMKM agar mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih besar,” jelas Sitti.

Targetkan 2.500 UKM

Masih dijelaskan Sitti, pada 2018 ini, pihaknya menargetkan akan menfasilitasi 2.500 UKM dalam hal standarisasi dan sertifikasi, yang terdiri dari merek sebanyak 1.514 UKM, dan untuk label halal sebanyak 100 UKM, serta PIRT/ISO/HACCP sebanyak 336 UKM, kemudian untuk hak cipta sebanyak 556 UKM.

Imbuh Sitti jika para pelaku usaha sudah memiliki standarisasi dan sertifikasi usaha tersebut, maka akses menuju permodalan untuk mengembangkan usaha akan terbuka lebar. “Kedepan saya berharap, para pelaku KUMKM, dapat terus melakukan perubahan dan perbaikan. Terutama di bidang produksi, inovasi, standarisasi, sertifikasi, manajemen, pemasaran guna menghasilkan produk yang kompetitif, baik dari segi harga maupun kualitas sehingga dapat bersaing dipasar global,” paparnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Gorontalo, Ayuba Hida menyambut positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Menurutnya kegiatan ini dapat memberi pemahaman kepada pelaku usaha khususnya yang ada di Kabupaten Gorontalo untuk dapat meningkatkan produktifitasnya yang sesuai dengan standar produksi.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini para pelaku usaha dapat memperoleh bekal pengetahuan tentang standarisasi dan sertifikasi usaha, agar mendapatkan jaminan keamanan dalam setiap produksi usahanya,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.