Daerah

Produk Unggulan UMKM dari Tapanuli Utara Di antaranya Kripik Nanas Sipahutar Masih Perlu Perhatian

Pipnews.co.id, Tarutung – Pemasaran sejumlah produk unggulan hasil kreativitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara masih membutukan perhatian untuk dikembangkan lebih lanjut. Salah satunya pemasaran produk Kripik Nenas Sipahutar sebagai penganan oleh oleh khas Tapanuli Utara.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tapanuli Utara Marco Panggabean mengatakan, selain kripik nenas, masih banyak produk unggulan lainnya yang pengembangan hingga pemasarannya sangat membutuhkan pengembangan dan perhatian, utamanya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Lantas kenapa meminta perhatian Kemenparekraf, tentunya demi mendorong sektor ekonomi kreatif, sebagai upaya mendukung rencana pemerintah dalam mewujudkan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” kata Marco dalam keterangan pers di Tarutung yang dikutip Pipnews (19/2).

Kata dia, di Tapanuli Utara beragam produk makanan ringan yang boleh dijadikan sebagai oleh oleh apabila datang berkunjung ke daerah sana. Di antaranya berbahan kacang tanah, yakni kacang Sihobuk dan kacang “boom” pedas dari Kecamatan Muara. Lalu kripik nenas dari Huta Gurgur Kecamatan Sipahutar serta kripik ubi rambat, ubi kayu dan kripik pisang dari Tarutung.

“Kecuali itu, juga ada kue ketawa, dodol (bahan nenas Sipahutar, tepung tradisional Sipaholon, dodol durian Pahae), Sasagun serta kopi olahan seperti ‘kopi partungkoan’, ‘tarhilala kopi’, ‘sibadak kopi’, juga kirya berupa gondang dan miniatur,” kata Marco Panggabean. Seraya menambahkan, bahwa ulos juga masuk produk unggulan Taput yang sudah mendunia.

Lebih jauh dengan pembinaan UMKM di daerahnya, Marco menjelaskan, saat ini baru saja ada 15 unit UMKM yang sudah diberi badan hukum, dan selanjutnya pada 2021 ini akan menyusul 50 UMKM mendapatkan badan hukum. “Tahun ini 50 kelompok juga dibuatkan badan usaha dengan berbagai kemudahan yang akan diperoleh pegiat UMKM berupa NIB (Nomor Induk Berusaha), serta IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil),” ujar Marco.

Menurut dia, seluruh pegiat UMKM dibantu dengan memabfaatkan pendamping yang ditempatkan di setiap kecamatan di Taput. Semua kelompok juga akan dibenahi secara gratis, termasuk pengurusan sertifikasi halal yang diinginkan, semisal untuk bidang usaha kripik merek Lestari.

“Itu harapan dan keinginan kita. Sejauh ini pemerintah pusat melalui pihak terkait masih memberikan persyaratan atas produk yang ditampilkan yang cukup menyulitkan pelaku UMKM, seperti soal omset minimal Rp 50 juta perbulan yang sulit untuk dipenuhi pelaku UMKM,” ujarnya.

Meski demikian pihaknya mengaku masih terkendala dalam mewujudkan kemasan bagus atas rasa jenis penganan ringan yang dinilai sudah mantap. Pihaknya juga berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu para pegiat UMKM mendapatkan KUR Klaster dan kredit tanpa agunan.

“Keinginan dan harapan kita, segala sesuatu terkait produk UMKM ini sebisanya dipermudah, baik itu dalam pengurusan izin maupun pemasaran produk, seperti pemanfaatan PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) yang diterbitkan Dinas Kesehatan untuk mempermudah sisi komersial produk ke Indomaret, swalayan dan lainnya,” imbuh Marco lagi.

Meski demikian pihaknya mengaku masih terkendala dalam mewujudkan kemasan bagus atas rasa jenis penganan ringan yang dinilai sudah mantap. Pihaknya juga berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu para pegiat UMKM mendapatkan KUR Klaster dan kredit tanpa agunan.

“Itu harapan dan keinginan kita. Sejauh ini pemerintah pusat melalui pihak terkait masih memberikan persyaratan atas produk yang ditampilkan yang cukup menyulitkan pelaku UMKM, seperti soal omset minimal Rp 50 juta perbulan yang sulit untuk dipenuhi pelaku UMKM,” ujarnya.

Menutup penjelasannya, Marco meminta, bagaimana para pelaku UMKM penganan tersebut dapat fasilitas kemudahan untuk marketplace sangatlah dinantikan. Artinya persyaratan yang ada janganlah terlalu menyulitkan. (Yannes).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button