Promosikan UKM, Dinas Koperasi Jateng Ajak Jurnalis Melihat Tujuh Sentra Unggulan

Pipnews.co.id, Semarang – Sedikitnya 13 awak media mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi tujuh UKM di Kabupaten Demak, Jepara, Kudus, dan Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan yang dikemas Jurnalis Visit UKM 2018 yang berlangsung 15-17 Maret 2018 itu memberikan kesempatan kepada wartawan untuk melakukan peliputan mulai dari proses hingga pemasarannya.

Kasi Promosi Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Sucahyo mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun untuk mempromosikan UKM‎ unggulan di Jawa Tengah. “Kami memberikan dukungan ke UKM ini dengan cara pendampingan dan pelatihan-pelatihan,” jelas dia, pekan lalu di Semarang.

Menurutnya, sejumlah produk UKM tidak hanya diminati untuk pasar domestik saja tetapi juga untuk memenuhi pasar ekspor. “Ada sebanyak 313 UKM di Jawa Tengah ‎yang sebenarnya sudah bisa memasarkan produknya untuk ekspor,” ujar dia.

Cahyo menambahkan, meskipun dapat memenuhi pasar ekspor sebenarnya pasar domestik di Indonesia sudah cukup besar. Indonesia memiiki pasar yang besar, dengan penduduk hampir 300 juta. Makanya banyak negara lain yang ingin memasukkan produknya ke sini.

Pada hari pertama, rombongan peserta ‎mendatangi sentra produksi silver, yang berada di Desa Mijen, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Zem Silver menjadi satu di antara UKM yang mampu menggandeng warga masyarakat bergabung memajukan industri kecil.

Owner Zem Silver, Ershad bercerita, ‎sebelum memulai usaha kecil itu pada lima tahun yang lalu. Masih ada sejumlah warga masyarakat yang kurang mampu karena tidak memiliki pekerjan di rumah. Akhirnya Ershad, keluar dari pekerjaannya di bidang penerbangan dan memilih untuk ‎meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha tersebut. Saat ini, sudah sekitar 46 KK yang bekerja di bidang pembuatan perhiasan, dan pernak pernik berbahan logam tersebut.

“Warga yang ikut saya ada sekitar 32 KK, dan mereka yang dari tidak punya penghasilan bisa berpenghasilan Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari,” ujarnya. Seraya menambahkan. harga jual produksinya cukup menjanjikan mulai dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 4 juta per buah tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya.
Dalam sebulan, sedikitnya 5.000 hingga 10.000 produk telah dihasilkan dari tangan terampil masyarakat di sana.

‎Hasil produksinya ada perhiasan, wajan, canting, cap batik dan lainnya. Custom menyesuaikan keinginan klien kami juga bisa. Hingga saat ini kegiatan masih berlangsung, dan sejumlah sentra UKM disambangi satu per saru. (Yan)
Sumber : Tribun Jateng.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.