Daerah

Sekitar 2.900 Pelaku UMKM Kabupaten Aceh Besar Bakal Dapat Bantuan Modal Hibah Rp 2,4 Juta

Pipnews.co.id, Aceh Besar – Dampak pandemi Covid-19, telah memukul seluruh pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh Darussalam.

Untuk meringankan beban pelaku usaha itu. Pemkab Aceh Utara telah memasukkan data pedagang secara online terhubung ke Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta. “Jumlahnya sekitar 2900 pelaku UMKM,” kata Plt Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopkuomdag) Aceh Utara di Jantho (1/9).

Ia mengatakan, pengiriman nama pedagang itu untuk mendapatkan bantuan modal berupa hibah sebesar Rp 2,4 juta setiap pelaku UMKM yang sumbernya berasal dari dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Kemenkop dan UKM.

Namun demikian lanjut dia, nama, nama itu masih harus diverifikasi lagi oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta. Sedang pendaftaran bagi pedagang di tingkat kabupaten ditutup pada 31 Agustus 2020.

“Sebelumnya, kami sudah membuka peluang kepada pedagang untuk mendapat tambahan modal usaha. Kesempatan ini ditempelkan melalui Pengumuman di Kantor Diskopkum dan Perdagangan Aceh Besar,” kata Darmansyah ST.

Hal ini lanjut dia, sehubungan dengan Surat Menteri Koperasi dan UKM Nomor 44/M.KUMKM/VII Tanggal 27 Juli 2020. Kemudian dilanjutkan dengan Surat Nomor 367/SM/VIII/2020 Tanggal 4 Agustus 2020 Perihal Pendataan Program Bantuan Modal Usaha Mikro.

Dikatakan bantuan program modal kerja ini, untuk membantu pelaku usaha mikro yang belum terakses kredit perbankan. Sehingga.diharapkan usahanya dapat berjalan kembali dan mampu bertahap menghadapi New Normal Covid-19.

Target penerima bantuan hanya pelaku usaha yang mempunyai kegiatan usaha mikro. Seperti PKL, industri rumah tangga, usaha rumah tangga dan lainnya yang terdampak Covid-19. Salah satu syarat juga harus punya nomor rekening bank yang minimal saldo Rp 2 juta. Aturan lainnya, tidak sedang mengambil kredit di perbankan. (Yan).

Related Articles

One Comment

  1. Assalamualaikum ibu/bpak sya mau tanya kenapa orang tidak berhak dapat dan orang seperti kami ini malah tidak dapat bantuan apa2..semasa pandemik suami saya jualan nya menurun dratis… malah untuk kebutuhan sehari hari saja tidak mencukupi.terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button