Sri Untari : Koperasi Unit Desa Harus Segera Revitalisasi

Pipnews.co.id, Surabaya 15 Desember 2017

Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jatim, Dra. Sri Untari Bisowarno, M.AP menyampaikan bahwa Koperasi Unit Desa (KUD) harus segera direvitalisasi. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Rapat Anggota PUSKUD Jatim yang membahas tentang Rencana Anggaran dan Rencana Pendapatan/Belanja Tahun 2018 di Hotel Arcadia (ex. Ibis) Surabaya, Kamis (14/12/2017).

“Saya minta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim serta Dekopinwil Jatim untuk bersama-sama merevitalisasi KUD dan mengembalikan KUD pada fungsi awalnya yaitu sebagai koperasi yang memiliki grass root di desa dan memfokuskan diri untuk membantu dan mendampingi para petani”, ujar Untari.

Menurut Untari, seharusnya KUD memiliki bergaining position yang sangat kuat. Karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan petani di desa.

“KUD ini memiliki potensi yang sangat besar. Dari sisi anggotanya saja, KUD beranggotakan petani yang biasanya memiliki loyalitas yang sangat tinggi. Apabila ini dikelola dengan baik. Maka bukan tidak mungkin KUD akan memiliki bergaining position yang sangat kuat dan menjadi Koperasi yang sangat maju”, tukasnya.

Untari menambahkan bahwa secara internal, pihaknya akan mendorong Dekopinwil Jatim untuk melakukan pemetaan terkait dengan proses revitaliasasi KUD agar segera terlaksana.

“Saya akan mendorong Dekopinwil Jatim untuk membantu mempercepat revitalisasi KUD. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi berupa Bimtek, pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus dan pengawas KUD. Saya yakin setelah mereka dilatih maka akan timbul inovasi, kreatifitas, jiwa enterpreneur dan profesionalitas”, tandasnya.

Selain itu Untari menyayangkan ketika distribusi pupuk tidak sepenuhnya dipegang oleh KUD. Padahal menurut Untari seharusnya KUD-lah yang pantas menjadi distributor tunggal pupuk karena mereka yang mengerti sepenuhnya tentang jalur distribusi, suplay and demand dan penentuan harga produksi hasil pertanian.

“Sangat disayangkan, sekarang distribusi pupuk tidak lagi diserahkan sepenuhnya pada KUD,” tegas Untari.

Dengan problematika ini, dirinya berharap agar KUD mulai berbenah. Melalui PUSKUD Jatim dirinya yakin, ke-depan problematika tersebut dapat teratasi apalagi Ketua PUSKUDnya adalah Pak Mardjito yang kita ketahui memiliki kapasitas untuk bisa menyelesaikannya. ” Saya pun akan berupaya untuk menyuarakan ini kepada pemerintah untuk mengembalikan distribusi tunggal pupuk pada KUD”, ujar anggota DPRD Jatim ini.

Tidak hanya itu, Untari mengharap agar KUD harus mulai adaptasi terhadap perkembangan zaman dalam segala segmen. Termasuk juga pada segmen bisnisnya.

“KUD jangan hanya terpaku pada urusan pupuk saja. Masih terlalu banyak sektor usaha yang perlu digarap. Salah satunya adalah agen SPBE atau Gas Elpiji,” ungkapnya.

Untari menjelaskan bahwa dalam hal ini, Dekopinwil Jatim telah bermitra untuk pendirian agen tersebut. Oleh karena itu, peluang ini harus diambil oleh KUD sebagai bisnis baru. ” Potensinya sangat besar dan menarik karena setiap anggota dan masyarakat umum membutuhkan Gas Epiji. Usaha ini sangat menguntungkan,” pungkasnya. [Elc] Sumber : Pipnews Jatim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.