Tiga Koperasi Petani Sawit dari Riau dan Jambi Dapat Sertifikasi ISPO

Pipnews.co.id, Malang – Tiga koperasi petani kelapa sawit yang dikelola secara swadaya kembali menerima sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Ketiga koperasi tersebut adalah Koperasi Tinera Jaya di Kabupaten Siak – Riau, KUD Panca Jaya di Kabupaten Rokan Hilir – Riau, dan Koperasi Perkasa Nalo Tantan dari Kabupaten Merangin – Jambi.

Ketua Koperasi Tinera Jaya Suhailis mengatakan, pihaknya memang sudah menantikan penyerahan sertifikat tersebut untuk membuktikan bahwa kelapa sawit yang diproduksi masyarakat secara swadaya sudah memenuhi standar keberlanjutan.
“Kami sadar bahwa untuk menjawab tantangan yaitu kampanye negatif di luar negeri adalah dengan praktik pengelolaan kebun yang berkelanjutan,” Suhailis di sela peringatan hari Perkebunan dan penyerahan sertifikat ISPO di Malang, Jawa Timur (11/12).

Kata dia, proses sertifikasi berjalan selama delapan bulan dapat dilalui dengan lancar. Saat ini, Koperasi Tinera Jaya yang beranggotakan 225 petani sawit swadaya mengelola lahan kebun kelapa sawit seluas 611,4 hektare (ha). Pihaknya berharap, dengan pengelolaan kebun yang lebih baik juga dapat meningkatkan produktivitas sehingga tidak perlu memperluas areal kebun.

Suhailis mengaku, dalam mengelola kebun sawitnya selain ada program pembinaan dan pendampingan salah satu perusahaan sawit, Wilmar, Koperasi Tinera Jaya juga memperoleh pendampingan dari PT Permodalan Siak (Persi), sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah, dalam hal pengelolaan kebun dan bantuan permodalan. 

Sementara itu, Ketua Koperasi Nalo Tantan, Nita Trisnawati mengatakan, pihaknya memperoleh banyak manfaat dari pendampingan karena dapat mengatasi sejumlah kendala yang dihadapi dalam memenuhi persyaratan sertifikasi. Awalnya memang cukup berat, tetapi mampu menyelesaikan proses sertifikasi yang berlangsung enam bulan.

Koperasi Nalo Tanan beranggotakan 70 petani swadaya, Koperasi Nalo Tantan mengelola lahan 376,44 ha di Kabupaten Merangin, Jambi. “Pendampingan sangat penting bagi petani agar dapat memenuhi standar dan mengelola kebun secara profesional,” kata Nita.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris KUD Panca Jaya Irwansyah, bahwa pihaknya telah melaksanakan praktik berkelanjutan sejak awal terbentuknya KUD tersebut, seperti tidak membakar, tidak melakukan deforestasi, dan meracuni ikan. “KUD Panca Jaya berdiri pada 1991, beranggotakan 226 petani yang mengelola 456 ha kebun sawit. Anggota KUD tidak menemui kesulitan saat proses sertifikasi yang berlangsung sekitar lima bulan. “Dengan adanya ISPO, kami lebih terorganisir dalam berkebun,” kata Irwansyah. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.