Uji Coba SSm QC Sukses. Pangkas Waktu Tunggu 1-2 Hari, sehingga Arus Barang Pertanian di Pelabuhan Belawan Lancar dan Murah

Pipnews.o.id, Belawan – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Pelabuhan Belawan. Sumatera Utara menandatangani standar prosedur pemeriksaan  bersama Karantina-Pabean untuk barang kategori resiko tinggi dan curah di Pelabuhan Belawan.

Penandatanganan yang digelar akhir pekan lalu ini merupakan tindak lanjut dari uji coba penerapan pemeriksaan bersama atau single submission dalam kerangka joint inspection Karantina dan (SSm QC) yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Ini adalah wujud komitmen pemerintah, dalam hal ini kami di karantina dan pabean untuk mendukung kelancaran arus barang dipelabuhan. Waktu tubggu atau dwelling time harus cepat dan biaya harus murah, agar produk kita semakin memiliki daya saing,” kata Kepala Badan Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil dalam siaran pers (10/11).

Menurut Ali, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, pihaknya mendorong arus barang dan momen ini menjadi penting dalam mendorong iklim logistik yang lebih baik. “Apalagi komoditas pertanian yang berkaitan erat dengan pangan dan energi harus dipastikan lancar,” ujarnya.

Sebagai informasi lanjut Ali, Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 menata Ekosistem Logistik Nasional (ELN) untuk memberi kemudahan bagi para pelaku usaha baik eksportir maupun importir termasuk produk pertanian dan perikanan. Dan pemeriksaan bersama atau SSm QC menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan program penataan ekosistem logistik nasional.

Hingga saat ini sudah empat pelabuhan yang menerapkan SSm QC, yaitu Belawan/Medan, Tanjung Priok/Jakarta, Tanjung Emas/Semarang dan Tanjung Perak/Surabaya. “Selanjutnya, akan terus diimplementasikan secara bertahap di seluruh pintu lalu lintas di tanah air,” kata Ali Jamil.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Belawan Hasrul menjelaskan, uji coba penerapan SSm QC di Belawan sudah dimulai sejak 21 September 2020. “Uji coba berjalan sukses dan hingga saat ini sudah diterapkan kepada 88 pelaku usaha eksportir dan 28 Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeaban atau PPJK,” kata Hasrul.

Dari hasil evaluasi uji coba, penerapan ini dapat memangkas waktu tunggu dan biaya, masing masing 1 bu-2 hari lebih cepat dan efisiensi tarif. Sebagai contoh untuk kontainer 20 feet yang sebelumnya terbebani Rp 1,6 juta. kini hanya dikenai biaya Rp 771 ribu saja, imbuh Hasrul lagi. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.