UKM Batik Tulis Musi Rawas Dapatkan HAKI

Pipnews.co.id, Palembang – Kini makin banyak saja pelaku usaha yang dengan inovasinya mendapat pengakuan peperintah atas buah karyanya itu. Diantaranya dua pelaku UKM batik tulis Musi Rawas yang giliran mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari pemerintah. jujur apa yang mereka dapatkan ada peran yang memfasilitasinya, yakni Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk itu isntitusi tersebut mengharapkan mereka dapat terus berinovasi dan berkarya lebih tenang dan percaya diri.

Dua pelaku UKM dimaksud adalah Ninda Ratu Lasmaini (23) dengan karya batik tulis asal Musi Rawas, Sumatera Selatan yang mematenkan Batik Kebon Sawit dan Kebon Karet . Satunya lagi adalah Muti’ah dengan hasil karyanya Batik Tiga Pesona dan Batik Rumah Besolek diganjar sertifikat HAKI sebagai batik khas Musi Rawas.

Menurut Ninda, batik yang dipilih bercirikan motif-motif yang mengadopsi sumber daya alam, maupun ciri khas Kabupaten Musi Rawas yaitu rumah adat, karet dan sawit. Ia mengaku, saat ini belum ada batik yang berasal dari wilayahnya. “Saya sangat senang, akhirnya Musi Rawas memiliki batik khas,” katanya.

Masih menurut Ninda, butuh waktu satu hingga dua minggu untuk bisa menghasilkan produk batik tulis dengan hasil yang baik. Untuk mewujudkan karyanya itu diakuinya sangat membutuhkan kesabaran, ketelatenan, bahan baku dan jiwa seni tinggi.

Sementara itu Muti’ah mengaku meski sebagai ibu rumah tangga tetap ingin menyejahterakan masyarakat sehingga akhirnya terjun untuk mempelajari batik. Dia menambahkan kalau Musi Rawas belum ada batik sehingga dengan apa yang didapatkannya itu diharapkan batik tersebut bisa berkembang dan mampu menjadi lapangan pekerjaan baru.

Terkait apa yang telah didapatkan oleh warga terbaiknya, baik pemerintah dan Dekranasda Kabupaten Musi Rawas mendaftarkan 4 produk tersebut untuk mendapatkan HAKI. Butuh waktu lebih dari 3 bulan untuk mendapatkan sertifikat tersebut secara gratis. Selain itu juga terus memberikan perlindungan soal paten.

Ninda dan Mutiah mengaku sangat senang mendapatkan HAKI dan berharap bisa dikembangkan menjadi produk lokal asli daerah. “Rencananya kami ingin mengembangkan batik Musi Rawas. Agar orang tahu ada batik. Selain itu, bisa mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Ninda.

Muti’ah juga mengungkapkan meskipun belum diperjualbelikan dan menjadi produk andalan. Namun setifikat HAKI menjadi produk UMKM ini diakui oleh pemerintah. “Kami berharap pemerintah membantu dalam hal permodalan dan pemasaran agar menjadi produk andalan,” pinta Mutiah.

Sebelumnya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Musi Rawas mengirimkan 6 warga Kabupaten Musi Rawas untuk magang membatik di Kota Pekalongan, selama 13 hari. Harapannya, mereka bisa memperdalam pengetahuan membatik sehingga saat kembali ke Musi Rawas bisa mengembangkan batik di sana. Hasilnya 2 orang yakni Ninda dan Mutiah kini berhasil membuat batik khas Musi Rawas dan berhak mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Adapun Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Musi Rawas, Nito Maphilindo mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas akan mengembangkan batik dan meningkatkan kualitas batik di Musi Rawas. Terkait dengan hal ini, beberapa waktu lalu pihaknya telah mendatangkan instruktur batik dari Kota Pekalongan untuk memberi pelatihan membatik di Kabupaten Musi Rawas.

Menurut Nito dari hasil pelatihan selama satu minggu tersebut terpilih enam orang dengan karya terbaik. Keenam orang itu kemudian akan dimagangkan di Kota Pekalongan. ”Enam orang dimagangkan di sini untuk memperdalam keterampilan membatik,” kata Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Musi Rawas tersebut.

Masih dijelaskan Nito, batik yang dikembangkan di Kabupaten Musi Rawas bercirikan motif-motif yang mengadopsi sumber daya alam Kabupaten Musi Rawas, seperti perkebunan dan perikanan. ”Kami mengadopsi sumber daya alam untuk bisa dituangkan dalam motif-motif batik Musi Rawas. Jadi, motif batik kami mencerminkan potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Musi Rawas,” pungkasnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.