123 Tahun BRI : Dari Purwokerto Menjadi Bank Terbesar di Indonesia

Pipnews.co.id, Jakarta –  Pada Bulan Desember 2018 lalu, Bank terbesar di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menginjak usia yang ke-123. Bagaimana kisah perjalanan panjang Bank BRI hingga saat ini, simak sejarah 123 tahun Bank BRI.


1895 
De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah

1934 
Berubah nama menjadi Algemeene Volkscredietbank

1942

Berubah nama lagi menjadi Syomin Ginku menyusul pendudukan Jepang

1946 
Mendapatkan status sebagai ‘Bank Pemerintah’ pada 22 Februari 1946, menjadikannya sebagai bank pertama yang dimiliki negara (bank BUMN) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946.

1949 
Berubah nama menjadi Bank Rakjat Indonesia Serikat menyusul hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang mengubah bentuk Negara Kesatuan Repubik Indonesia menjadi ‘Republik Indonesia Serikat’

1960 
Melalui Peraturan Perundang-undangan (Perppu) Nomor 41 Tahun 1960 BRI dilebur dengan dua bank, yakni Bank Tani Nelajan dan Nederlandsche Handels Maatschappij/NHM (bank ekspor impor), menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelajan (BKTN)

1965 
Berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) Nomor 9 Tahun 1965 diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia (BI) dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelajan.

1968 
Berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI) berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 1968

1973

Unit Desa BRI bertransformasi menjadi BRI Unit Desa sesuai Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 4 Tahun 1973

BRI Unit Desa menyalurkan Kredit Bimas yang berperan dalam mendukung swasembada beras Indonesia pada 1984

1985 
Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) yang merupakan produk kredit tanpa subsidi diluncurkan dan pada akhirnya menggantikan kredit Bimas yang disubsidi pemerintah

1986 
Simpanan Pedesaan (Simpedes) diluncurkan secara nasional setelah melalui pilot project I di Kantor Cabang Sukabumi pada November 1984

1987 
Dana Pensiun BRI mendirikan Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera yang sekarang dinamakan BRI Life

1992 
Berdasarkan Undang-Undang Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 1992, status BRI berubah menjadi perseroan terbatas

2001 
BRI untuk pertama kali menjadi bank dengan nilai laba bersih terbesar (the most profitable bank) di Indonesia, dengan laba bersih senilai Rp 3,81 triliun

2003 
Penjualan sebanyak 30% saham pemerintah ke publik (initial public offering/IPO) dengan harga penawaran Rp 875 per unit. PT Bahana Securities (sekarang PT Bahana Sekuritas) dan UBS Securities bertindak sebagai penjamin emisi

2007 BRI menjadi bagian penyaluran Kredit Usaha Rakyat 

BRI mengakuisisi Bank Jasa Artha yang kemudian diubah menjadi BRI Syariah

2008 
BRI memenuhi ketentuan basel II, dengan memenuhi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang sehat, manajemen risiko yang kuat, dan prinsip transparansi yang unggul

2009 
Seluruh unit kerja BRI telah terhubung secara real time dan mengembangkan Teras BRI

2011
 
Melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan perbandingan 1:2

BRI mengakuisisi Bank Agroniaga yang kemudian diubah menjadi BRI Agroniaga

2014 
BRI meneken kontrak pembuatan satelit BRIsat dengan Space Systems/Loral (Amerika Serikat) dan kontrak peluncurannya dengan Arianespace (Prancis) 

BRI meluncurkan BRILink, produk Laku Pandai dengan konsep menjalin kerjasama dengan nasabah BRI sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara real time online menggunakan fitur EDC miniATM BRI dengan konsep sharing fee

2016 
BRIsat resmi meluncur ke ruang angkasa dan melayani jaringan ATM BRI di seluruh Indonesia. Hal itu menjadikan BRI sebagai bank pertama-dan satu-satunya-di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit

BRI mengakuisisi BTMU Finance yang bergerak di bidang multifinance. Namanya diubah menjadi BRI Finance

2017 
BRI, mengutip data Refinitiv, menjadi bank beraset terbesar (the biggest lender in terms of asset) di Indonesia-dengan nilai Rp 1.126,3 triliun-dan secara bersamaan menjadi bank yang paling menguntungkan

2018 
Harga saham perseroan (BBRI) menyentuh level tertingginya pada level Rp 3.780 per unit (28 Februari), atau meroket 332% dalam 15 tahun sejak IPO. Terakhir (per 28 Desember), saham perseroan berada di level Rp 3.660 per saham. Jika dirata-rata, saham ini membagikan keuntungan investasi (return) sebesar 21% per tahun.

BRI mengakuisisi Danareksa Sekuritas dan Bahana Artha Ventura yang kemudian diubah menjadi BRI Ventura Investama . (Sumber Berita : CNBC Indonesia / mas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.