Du’ Anyam, Salah Satu UKM Peraih Lisensi Asian Games Berkat Social Entrepremeurship

Pipnews.co.id, Jakarta – Menjelang gelaran akbar Asian Games (AG) ke-18 di Jakarta dan Palembang, Agustus mendatang, Usaha Kecil Menengah (UKM) tetap mendapat prioritas untuk ikut memeriahkannya.

INASGOC sebagai pelaksana ajang ini, membagi keikutsertaaan UKM di ajang akbar tersebut dalam dua bagian, yakni yang berhak menggunakan lisensi AG dan yang tidak berhak.

INASGOC menyediakan lapak-lapak jualan bagi pelaku UKM selama penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu. “Pelaku UKM dapat berjualan selama Asian Games di area ring tiga, yaitu sepanjang jalan di sekitar komplek Gelora Bung Karno, Senayan,” kata Direktur Pendapatan, Pemasaran, dan Penjualan INASGOC Hasani Abdulgani

INASGOC mengimbau para pelaku UKM di Indonesia untuk tidak menggunakan segala hak cipta intelektual AG seperti logo, maskot, kata Asian Games, bahkan warna-warna yang mengasosiasikan kejuaraan olahraga itu dalam produk maupun jasa mereka.

“Pelaku UKM dapat datang ke kami dan bekerja sama. Bentuk kerja sama itu beraneka ragam. Jika mereka memang ingin menggunakan lisensi Asian Games, kami akan jaga kualitas barangnya,” tutur Hasani.

Nasani menambahkan, namun INASGOC juga tidak memaksakan pelaku UKM untuk mendapatkan lisensi AG karena memang harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu.

Nah, dari sekian banyak UKM di Indonesia adalah Du’ Anyam, sebuah social entrepreneurship yang mengusung peran sejumlah wirausaha muda untuk mengatasi masalah malnutrisi (kekurangan asupan gizi) yang diderita ibu dan anak yang di Kabupaten Flores NTT, mendatangai panitia dan berhasil mendapatkan lisensi Asian Games tersebut.

Du’Anyam, menggandeng para ibu dan wanita di daerah NTT untuk menganyam daun lontar sebagai satu alternatif pendapatan tambahan. “Kami ini sekumpukan anak muda gila yang tidak tahu malu, awalnya kami datang ke Smesco, namun tak banyak informasi yang kami dapat, kami nekad datang ke INASGOC untuk tanya ini dan itu bagaimana cara menrdapatkan lisensi Asian Games” ujar Azalea Ayuningtyas, Co-Founder dan CEO Du’Anyam.

Selanjutnya Du‘Anyam diminta menyerahkan contoh produk, berikut perjalanan bisnis Du’Anyam selama ini. “Mungkin karena bisnis yang kami tekuni ini, eco friendly dan go green, serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya kaum perempuan dan anak, maka Du Anyam lolos menjadi lisensi produk-produk Asian Games,” ujar perempuan 27 tahun ini.

Menanggapi pencapaian tersebut, Samuel Watimena, desainer yang banyak terlibat di Smesco Indonesia mengungkapkan, tentang apa yang dilakukan Du’ Anyam ini sangatlah menarik dan diharapkan bisa membuat isntansi pemerintah bangun untuk lebih aktif dalam mengembangkan UKM.

“Saya kagum dengan apa yang dilakukan Du Anyam ini, bahkan Ayu yang lulusan pasca sarjana Harvard University rela balik ke Indonesia untuk menekuni bisnis kecil ini, namun sarat dengan aspek sosial,” kata Sammy.

Dia menambahkan Keberanian pendiri Du’ Anyam yang langsung mendatangi INASGOC untuk bisa mendapatkan lisensi AG untuk produk-produk merchanidse, layak dijadikan teladan bahwa UKM harus proaktif dalam mengembangkan kepak bisnisnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.