Dinamika

Aplikasi Digital CrediBook Dinobatkan sebagai Juara Pertama Pahlawan UMKM 2020 oleh KemenkopUKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Salah satu perusahaan rintisan dengan aplikasinya bernama CrediBook mampu menarik lebih dari 500.000 pengguna yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan fokus kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mereka dapat mengelola keuangan usahanya secara modern dan profesional.

Selanjutnya, berkat sukses dengan pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif, CreduBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 oleh Kementerian Koperasi dan UKM, yang kemudian akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk digitalisasi UMKM Indonesia.

CEO CrediBook Gabriel Frans mengatakan, dengan misi menjadikan UMKM Indonesia  melek digital, sejak awal tahun 2020 pihaknya merintis aplikasi CrediBook agar dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong perekonomian nasional.

Ia mengatakan, CrediBook dengan berbagai fasilitasnya mampu menghubungkan para pelabggan, pelaku UMKM, pemasok dan wholesaler melalui satu aplikasi pencatatan keuangan. Inovasi yang kami hadirkan merupakan kontribusi nyata khususnya dalam membantu usaha kecil yang kini semakin rentan terdampak pandemi.

“Sehingga penggargaan disertai kemitraan dengan Kementerian Koperasi dan UKM merupakan sebuah pencapaian, sekaligus momentum bagi CrediBook dalam memperluas jangkauan serta mengedukasi masyarakat akan solusi digital  dari kami,” kata Gabriel melalui keterangan pers di Jakarta (6/2).

Lebih lanjut, Gabriel yang telah mengantongi banyak pengalaman dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya, di antaranya e-commerce Traveloka dan juga O2O platform Kudo (GrabKios) mengatakan, bahwa CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures dan Igsignia Ventures Partners.

“Pendanaan tersebut tentunya merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook. Selain meniliki fungsi utama dengan pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha,” ujar Gabriel.

Solusi menyeluruh dalam mengelola berbagai transaksi keuangan tersebut diharapkan dapat mebdorong produktivitas UMKM yang memiliki potensi sangat besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 menunjukkan, bahwa UMKM memiliki kontribus sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja.

“Potensi tersebut tentu perlu dikelola dengan baik terutama  melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM. Di mana dari 64,2 juta unit UMKM hanya 13% nya yang menanfaatkan teknologi digital dalam mengelola usahanya,” imbuh Gabriel. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button