Banyak BH Koperasi Digunakan Untuk Usaha Gadai

Pipnews.co.id, Jakarta – Entah apa yang menjadi alasan, tapi yang pasti badan usaha koperasi semakin banyak yang membuka usaha gadai menggadai barang dalam berbisnis pinjam meminjam uang. Padahal, koperasi sesungguhnya identik dengan usaha penyaluran pinjaman melalui Koperasi Simpan Pinjam (KSP), atau Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi.

Bahkan boleh dikatakan bisnis gadai menggadai barang yang belakangan tumbuh menjamur di sana-sini, justru dianggap sebagai pesaing dari KSP, atau USP Koperasi. Lantas ada apa dibaliknya, koperasi justru membuka usaha gadai.

Mengutip siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikatakan bahwa lembaga itu kembali memberikan surat tanda bukti terdaftar kepada 21 perusahaan gadai swasta yang ada di Indonesia. Pelaku gadai ini beroperasi secara resmi sejak 5 Desember 2018 setelah mengantongi tanda bukti terdaftar.

Dari 21 pelaku gadai yang telah mengantongin tanda terdaftar dari OJK itu enam diantaranya berbadan hukum koperasi, yaitu KSU Tunas Mulia, Kopinsa, Koperasi Rap Maju dan Martua, Koperasi Manfaat Bersama, KSU Bintang Timur dan Koperasi Cahaya Jaya.

Dalam catatan Pipnews.co.id, jauh sebelumnya, dua koperasi di Semarang juga sudah membuka usaha gadai, di luar unit usaha simpan pinjamnya. Yaitu KSP Mandiri Sejahtera Abadi dan KSU Dana Usaha.

Sementara usaha gadai milik swasta non koperasi yang sudaf terdaftar, Mitra Usaha, Kembar Gadai, Kertaharja Gadai, Arta Gadai, Mangun’s Jaya Gadai, Gemah Ripah Gadai, Maju Bersama, Aldi, Bedjo Gadai, Gadai Putra Salomo, Barokah Gadai Sejahtera, Mangun Jaya Gadai, Gadai Hinalang Jaya, Bonar Jaya Gadai.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I Anggar B. Nuraini menjelaskan, bahwa pemberian tanda terdaftar tersebut telah sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat (8) Peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha pergadaian.

“Tanda bukti terdaftar harus dicantumkan pada setiap kantor atau unit layanan dengan ukuran huruf yang proporsional dan penempatan yang dapat terlihat jelas oleh nasabah,” kata Anggar, dalam siaran pers OJK, Jumat (21/12/2018).

Sementara itu, pendaftaran mereka telah memenuhi ketentuan pasal 5 ayat (1) POJK Nomor 31, dan pasal 8 ayat (1) POJK Nomor 31, bahwa semua pelaku usaha pergadaian diwajibakn untuk mengajukan permohonan izin usaha sebagai perusahaan pergadaian dalam jangka waktu paling lama tiga tahun sejak POJK Nomor 31 diundangkan, yaitu paling lambat 29 Juli 2019.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Harianto Widodo memperkirakan bahwa penambahan pemain gadai tersebut tidak akan memberikan dampak berarti bagi industri gadai.

“Penambahan pelaku gadai punya berpengaruh terhadap bisnis gadai, tapi tidak terlalu signifikan. Karena masyarakat masih baru mengakses produk gadai dari pergadaian swasta,” ungkapnya.

Ia memperkirakan pembiayaan pergadaian di tahun ini hanya tumbuh di angka satu digit. Tren pertumbuhan melambat sudah terlihat dari pembiayaan perusahaan gadai di semester awal dan akan dilanjutkan ke semester berikutnya.

OJK mencatat, sampai Oktober 2018, penyaluran pinjaman gadai swasta turun 46,93% menjadi Rp 251 miliar. Padahal Oktober tahun lalu, pelaku usaha gada masih mampu menyalurkan pinjaman Rp 473 miliar.

Menurut Harianto, gadai swasta masih kalah saing dengan PT Pegadaian (Persero). Alhasil, mereka berupaya mencari pasar alternatif yang belum dijangkau oleh usaha gadai milik pemerintah. Mereka kemudian beroperasi di luar jam kerja, memberikan bunga kompetitif dan mencari segmen nasabah berbeda.

Selain dengan gadai pemerintah, gadai swasta juga berkompetisi dengan kehadiran produk pembiayaan lain, seperti dari perbankan, perusahaan fintech, multifinance dan program kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah. Faktor lainnya, yaitu terjadi penurunan nasabah terutama dari gadai kecil yang hanya manyalurkan pinjaman di bawah nilai Rp 1 juta.

Mengutip Kompas beberapa waktu lalu. disebutkan jumlah perusahaan gadai di Indonesia sekitar 600 unit. Namun dari jumlah itu yang resmi berizin dan sudah terdaftar di OJK hanya 24 unit, 10 sudah berizin dan 14 terdaftar. (Yan) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.