Dekopinwil se Indonesia Dukung Hurdin Halid Tetap Jadi Ketua Umum Dekopin

Pipnews.co.id, Bogor – Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid disepakati dan didukung untuk tetap duduk sebagai Ketua Umum Dekopin pada periode mendatang, yaitu masa bakti 2019-2024. Dukungan ini datang dari 32 Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) se Indonesia kala itu ikut hadir dalam Rapat Regional Dekopinwil Tahun 2019. Yang belum menentukan sikap, adalah Dekopinwil Papua dan Papua Barat yang memang tidak ikut hadir dalam rapat itu.

Dalam rapat yang diadakan di Hotel Zia Agria Tajur Bogor, Jawa Barat (10-12 Oktober 2019) semua peserta sidang yang menyampaikan pendapat satu-persatu, berharap kepada Nurdin Halid untuk tidak meninggalkan Dekopin, dan hendaknya tetap bersedia memimpin Dekopin pada periode berikutnya.

“Meskipun November nanti masa bakti periode 2014-2019 sudah habis, itu bukan berarti selesailah semuanya. Kami dari Dekopinwil provinsi Aceh, beserta 23 Dekopinda Kabupaten dan Kota yang ada di Aceh masih berharap pak Nurdin tetap bersedia memimpin Dekopin. Bukan apa-apa, saya melihat belum ada figur yang tampaknya mampu memimpin Dekopin “sekaliber” pak Nurdin. Di sisi lain masih banyak hal-hal yang perlu diperjuangkan Dekopin,” kata Drs Mahadi Bahtera, Ketua Dekopinwil Aceh.

Hal senada juga dikatakan oleh Mahmud Razak, Ketua Dekopinwil NTB. Bahwa masalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang gagal disyahkan menjadi UU Koperasi pada akhir September lalu, itu masih menjadi “PR” bagi Dekopin. Oleh karena itu, pak Nurdin harus tetap memimpin Dekopin untuk memperjuangkan hal tersebut. “Kami masih ragu, kalau pak Nurdin meninggalkan Dekopin, soalnya kami belum melihat figur yang pantas memimpn Dekopin, setidaknya kalangan yang berasal dari Dekopinwil,” ujar Mahmud Razak.

Namun begitu dalam persidangan muncul pendapat yang mengatakan, bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin yang akan diadakan pada 11-14 November 2019 di Makasar, belum pasti agendanya memilih ketua umum Dekopin yang baru. Hal itu memang bisa terjadi apabila misalnya pijakannya mengacu pada AD/ART Dekopin yang disyahkan melalui Kepres No. 6 tahun 2011 bertanggal 21 Maret 2011.

“Jika ini dijadikan pijakannya, maka pemilihan ketua umum Dekopin yang baru, baru terjadi pada 2021 nanti. Artinya masa bakti jabatan dua periode ketua umum Dekopin selama 10 tahun (satu periode 5 tahun) itu dihitung mulai dari disyahkannya AD/ART Dekopin tahun 2011 oleh Kepres No. 6/2011. Atau rinciannya periode pertama 2011-2016 (lima tahun) dan periode kedua 2016-2021 (lima tahun,” kata Ketua Harian Dekopin, Agung Sudjatmoko dihadapan peserta sidang.

Hal ini juga diamini oleh Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid yang memimpin persidangan. Kata dia, apabila Kepres No 6/2011 itu yang dipakai jadi acuannya, maka saya masih tetap sebagai Ketua Umum Dekopin hingga 2021 nanti. Artinya meskipun Munas tetap kita laksanakan November nanti, tapi agendanya minus pemilihan ketua umum,” kata Nurdin.

Namun begitu lanjut Nurdin, itu semua baru diputuskan saat berlangsungnya Munas nanti, karena hal itu harus disetujui oleh semua peserta Munas yang punya hak suara. Nurdin berharap, apapun yang menjadi keputusan Munas, ia sudah siap menerimanya sekalipun dirinya tidak terpilih lagi menjadi orang nomor satu di Dekopin. Nurdin melanjutkan, apabila misalnya acuan Munasnya ditarik dari pelaksaan Munas tahun 2014, mau tidak mau salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum Dekopin yang baru. Tapi itu kita lihat saja nanti dipersidangan. “Yang pasti Munas tetap dilaksanakan di Makasar 11-14 November 2019,” kata Nurdin Halid.

Rapat yang juga dhadiri Sekjen Dekopin Muhammad Sukri dan Ketua Komite Hukum dan Perundangan-undangan Raliansen Saragih telah menetapkan beberapa keputusan yang nanti menjadi topik bahasan dan acuan dalam Munas. Diantaranya peserta melibatkan seluruh Dekopinda di 417 kabupaten dan kota, disamping 34 Dekopinwil , 57 Induk Koperasi/Koperasi Sekunder Nasional dan seluruh Pimpinan Paripurna, Badan Pengawas dan Majelis Pakar. Di luar itu akan ada undangan untuk para pakar dari berbagai bidang keahlian.

Salah satu topik bahasan yang nanti akan dibicarakan Munas adalah soal Koperasi Primer Nasional yang selama ini merasa berada di luar lingkup Dekopin. Mereka menyebut kelompoknya “Forum Koperasi Besar Indonesia”, yang memang merupakan koperasi-koperasi yang asetnya rata-rata cukup besar. Atau mereka ini disebut 100 Besar Koperasi Indonesia, versi Majalah Peluang.

Menurut Nurdin forum ini telah pernah dibahas bersama antara Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan dengan Dekopin. Waktu itu Nurdin dipanggil bersama Agung Sudjatmoko dan Moh. Sukri ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk membicarakan tentang Koperasi Primer Nasional. Dalam pertemuan ini Rully menyampaikan permintaan dari Koperasi Primer Nasional yang ingin masuk menjadi anggota Dekopin, yang statusnya sama dengan anggota Dekopin lainnya yaitu Induk Koperasi/Koperasi Sekunder Nasioal, Dekopinwil dan Dekopinda.

Apabila Koperasi Primer Nasional ini tidak diterima sebagai anggota Dekopin kata Rully, maka mereka mengancam akan membentuk asosiasi koperasi. Permintaan ini tidak langsung di iyakan oleh Nurdin Halid dan meminta kepada Rully untuk dibahas dulu di Paripurna Dekopin dan Munas Dekopin November nanti.

Lalu apa kata Dekopinwil dalam Rapat Regional terebut. Hampir semuanya menyampaikan pendapat menolak Koperasi Primer Nasional masuk anggota Dekopin. “Itu bisa mengacaukan AD/ART Dekopin tentang keangotaan, karena mereka seharusnya masuk keanggotaan Dekopinda di mana koperasi bersangkutan berada. Karena kita tolak saja permintaan mereka,” kata Tri Harsono, Ketua Dekopinwil Jawa Timur.

Rapat Regional juga memilih dan menetapkan Raliansen Saragih menjadi Ketua Tim pembahasan terkait dengan Koperasi Primer Nasional. Raliansen juga tetap dipertahankan untuk terus mengawal perjalanan pembahasan RUU Perkoperasian hingga disayahkan nanti oleh DPR-RI periode 2019-2014. “Kita setuju mempertahankan Raliansen Saragih sebagai Ketua Tim,” kata Agung, sekaligus ketok palu. (Yan).

About admin 95 Articles
Eko Priyanto lahir di kota Wonosobo 27 April 1982, Alumni Sistem Informasi disalah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Memulai mengenal pemograman website sejak tahun 2007 hingga sekarang. Saat ini fokus sebagai profesional Web Design dan menjadi penulis dibeberapa blog tutorial miliknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.