Dinas Koperasi Kota Bandung dan Kuelap Inc, Kerja Sama Transformasikan Koperasi Berbasis Digital

pipnews.co.id, Bandung – Koperasi di Indonesia, khususnya di kota Bandung dituntut dapat menjadi salah satu institusi ekonomi yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Karenanya, harus diperkuat dan diberdayakan oleh pegiat koperasi rakyat, utamanya dengan mengikuti perkembangan teknologi yang ada dan sejalan dengan revolusi industri 4.0.

Demikian dikemukakan Plt Kepala Dinas Koperasi kota Bandung, Priana Wirasaputra saat membuka kegiatan diskusi dalam nuansa ngabuburit, di Bandung, Sabtu, (11/5).

Priana menambahkan, koperasi sebagai lembaga ekonomi yang kini juga banyak digeluti generasi muda sudah selayaknya berkompetisi layaknya perusahaan yang terus berlomba memajukan usahanya. Konsekwensinya selain terus berinovasi juga memanfaatkan segala instrumen yang tersedia. “Sekarang eranya digital pasti harus familiar gunakan perangkat internet sebagai alat maupun penunjang pengembangan usaha. Terkait revolusi industri 4.0 juga harus cakap mengaplikasikannya,” ujarnya.

Senada dengan Priana, Kabid dinas provinsi, Saiful Gufron, juga menyampaikan program Kementerian Koperasi dan UKM terkait Reformasi Koperasi total. Dimana kata dia salah satu program kerjanya adalah melakukan transformasi digital pada Koperasi. Masih sambung Gufron, khususnya di kota Bandung yang saat ini telah berjalan targetnya sekitar 200 koperasi yang turut berpartisipasi dalam program tersebut. “Ada  50 koperasi yang sedang mengikuti program transformasi digital yang diprakarsai oleh dinas koperasi provinsi Jawa Barat,” tandasnya.

Masih dijelaskan Gufron, perihal tantangan utama yang dihadapi koperasi terkait dengan upaya transformasi digital juga tengah dibahas secara intens. Bahwa koperasi Indonesia disimpulkan terdapat 3 hal yang menjadi tantangan utama.

Pertama, terkait budaya dan mental – dibutuhkan pelatihan atau bimbingan kepada seluruh pengurus dan anggota agar mereka sadar, bahwa transformasi digital merupakan proses yang membutuhkan waktu, kesabaran, keterbukaan, disiplin, kerja keras dan komitmen. Kedua terkait sumber daya, baik SDM maupun sumberdana/modal. Ketiga adalah teknologi, faktanya masih banyak yang belum memiliki/menggunakan teknologi dalam operasional harian.

Sementara itu Direktur Business Development South East Asia Kuelap, Inc, Hanna Al Zahra, menyampaikan bahwa sebagai perusahaan penyedia teknologi bagi institusi jasa layanan keuangan, Kuelap memahami kendala yang dihadapi oleh pelaku koperasi di kota Bandung. Karenanya, Kuelap, Inc bekerjasama dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat, telah memulai program piloting transformasi digital bersama dengan KSP Keluarga Besar Al-Muttaqien (KSP KEBAL), sejak Januari 2019.

Pada kesempatan tersebut KSP KEBAL yang sedang menjalani proses transformasi digital bersama dengan Kuelap, Inc,  melalui ketuanya, H.Irwansyah, membagi pengalaman. Bahwa yang sedang dilakukan Koperasinya, prosesnys tidaklah instan. Tetapi dibutuhkan komitmen, kerja keras dan keterbukaan. “Pada awalnya, saya sempat merasa ragu akan proses transformasi digital ini, namun berkat dukungan tim Kuelap dan menimbang manfaat yang akan diperoleh dan terutama untuk kemajuan koperasi, melalui Rapat Anggota Tahunan KEBAL 2019, kamipun sepakat untuk berpartisipasi dalam piloting ini,” ungkapnya.

Adapun Luisa Martinez, Vice President of Business Development Kuelap, Inc, sangat mengapresiasi kepada jajaran Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat maupun Dinas Koperasi Kota Bandung atas sambutan, kesempatan dan kepercayaan telah memberikan kepada Kuelap Inc, khususnya kepada KSP KEBAL, yang telah menjadi pioneer dalam proses transformasi digital di Kota.(Eka S/awes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.