Hasil Penelitian LD FEB UI, Covid-19 Bikin Omset UMKM Mitra Gojek Anjlok

Pipnews.co.id, Jakarta – Tak ada yang memungkiri Covid -19 memang menjadi pangkal krisis ekonomi di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali pun di tanah air. Bahkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah  (UMKM) menjadi sektor paling terkena dampaknya.

Hampir semua lini UMKM terdampak,  termasuk kuliner. Meski ada sebagian tetap eksis yakni yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Tetapi secara umum banyak yang terimbas. Siapa mereka,  diantaranya adalah yang berada dalam pembinaan ojek online (ojol).

Yakni UMKM mitra GoFood yang sekitar 76% mengaku jumlah transaksinya menurun selama ada pandemi. Yang mengaku jumlah transaksinya tetap 20%. Sedangkan yang tetap mengaku transaksinya meningkat hanya 4 persen.

Data tersebut tentu bukan main klaim tetapi berdasarkan fakta otentik. Tepatnya hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Menurut Alfindra Primaldhi peneliti FEB UI mengatakan, banyak pelaku UMKM mitra Gojek yang mengalami penuruan transaksi terdampak pandemi Covid-19.

Masih kata Alfindra, bahwa penelitian yang dilakukan selama bulan pandemi, untuk mengetahui dampak sosial ekonomi pada aplikasi Gojek. Dan diakuinya sesuai hasil penelitiannya  “Pandemi Covid-19 membuat pukulan hebat untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah,” ujarnya saat memaparkan hasil penelitiannya melalui konferensi pers virtual, Senin (3/8).

Lanjut Alfindra penurunan omset UMKM banyak ragamnya. Ada yang disebabkan karena meningkatnya harga bahan baku dan mengalami kesulitan penjualan karena pelanggannya berkurang drastis.

Kemudian ia pun secara detail menyebutkan hasil penelitiannya. Yakni untuk pelaku UMKM Social Seller GoSend, ada 62% yang mengaku jumlah transaksinya turun selama ada pandemi. Yang mengaku jumlah transaksinya tetap 4 persen dan yang mengaku meningkat 24%.

“Jumlah pelaku UMKM yang menggunakan layanan GoPay ada 85%. Yang mengaku transaksinya berkurang, ada 8 persen yang transaksinya tetap dan 7 persen yang transaksinya meningkat,” katanya.

Namun ungkap Alfindra penurunan transaksi UMKM tersebut bervariasi. Yakni UMKM GoFood ada 22% yang mengaku menurun kurang dari 50% ada 27%. Sedangkan untuk UMKM Social Seller GoSend 42% yang mengaku jumlah penurunannya mencapai kurang dari 50% dan 28%.

“Yang mengaku jumlah penurunan transaksinya di angka 50% dan 32% yang mengaku kalau jumlah penurunan transkasinya lebih dari 50% Ini artinya, memang pandemi Covid-19 sangat dan sangat memukul para pelaku UMKM kita,” kata dia.

Alfindra menambahjan, penelitian tersebut dilakukan di 9 kota di Indonesia, dengan melibatkan ribuan mitra UMKM GoFood, GoPay, Social Seller, GoSend serta mitra GoRide dan Gocar. (eswe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.