Dinamika

JICT Dukung Koperasi TKBM Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok

Pipnews.co.id, Jakarta – PT JICT Jakarta International Container Terminal (JICT) tidak pernah mengabaikan kepentingan pekerja dan mitra kerja di Pelabuhan. Sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia, JICT telah menetapkan standar layanan terbaik agar produktivitas terus meningkat. Dengan demikian mitra kerja seperti Koperasi TKBM mendapatkan manfaat yang optimal.

JICT juga tetap menerapkan pembayaran jasa bongkar muat berdasarkan jumlah box container sebagaimana yang sekarang dilakukan. Sistem ini dinilai efektif untuk meningkatkan kinerja JICT, dan mendorong profesionalisme para pekerja di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Demikian diungkapkan Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan kepada wartawam di Jakarta, Kamis (1/3).

Riza menambahkan, manajemen JICT memiliki komitmen yang sama dengan para pekerja yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat di terminal JICT.

Riza juga menjelaskan bahwa, JICT telah memberikan kompensasi kepada Koperasi TKBM Tanjung Priok sebesar Rp 218 juta pada Agustus 2017, sebagai kompensasi adanya mogok kerja selama 5 hari di JICT.

Selain itu manajemen juga akan membayarkan kompensasi sebesar Rp 300 juta kepada Koperasi TKBM Tanjung Priok, jika ada jaminan dari Koperasi TKBM Tanjung Priok bahwa tidak ada lagi pengajuan klaim sampai kontrak dengan JICT berakhir. “Kompensasi ini dapat langsung diberikan kepada pekerja dari Koperasi TKBM Tanjung Priok,” jelasnya.

Pengelolaan dermaga utara sepanjang 300 meter telah dialihkan kepada TPK Koja sejak Agustus-Desember 2017, dan pengalihan kapal-kapal kepada terminal lainnya dipelabuhan Tanjung Priok yang terjadi mulai pertengahan tahun 2017, sebenarnya tidak ada dampak signifikan terhadap Koperasi TKBM Tanjung Priok. Pasalnya koperasi TKBM juga mempunyai kerjasama jasa bongkar muat dengan TPK Koja dan terminal lainnya.

Ditegaskan Riza manajemen JICT juga tidak akan menutup kerugian yang dialami oleh koperasi TKBM akibat penurunan produktivitas. “Penurunan produktivitas bongkar muat juga tidak menguntungkan perusahaan, termasuk JICT. Lagipula JICT tidak punya wewenang dan tanggungjawab terhadap kondisi yang dihadapi para mitra kerja di pelabuhan,” ujarnya.

Sesuai Ketentuan Kementerian Perhubungan, produktivitas bongkar muat di JICT ditetapkan yakni 27 boks kontainer/alat/jam dan 25 boks kontainer/alat/jam untuk TPK Koja. Namun selama 2017 kinerja kedua terminal jauh dibawah ketentuan tersebut.

Karena itu imbuh Riza, pihaknya terus membangun komunikasi dengan TKBM Tanjung Priok, guna mendorong produktivitas kerja di JICT semakin tinggi, termasuk setiap saat memperhatikan kontrak dengan Koperasi TKBM Tanjung Priok sebagaimana mestinya. “Semoga koperasi TKBM semakin produktif dan memberikan manfaat yang optimal kepada para pekerjanya,” pungkasnya. (Yan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button