Kemenkop dan UKM Dengan BNPP Sinergi Bangun Perbatasan

Pipnews.co.id, Badau – Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menginisiasi sinergi kegiatan peningkatan dan pengembangan kapasitas UMKM melalui bantuan pemerintah dalam rangka pengembangan wirausaha pemula (WP) perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Sinergi peningkatan dan pengembangan kapasitas UMKM ini sebagai upaya untuk mewujudkan agenda Nawacita ke-3 Jokowi-JK, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Selain itu untuk membangun daerah perbatasan tidak hanya membangun infrastruktur fisik dan bangunan semata, tetapi juga perlu membangun dari sisi ekonomi. Maka para pelaku usaha mikro dan kecil harus ditingkatkan kemampuannya termasuk dalam dukungan permodalan.
Demikian dijelaskan Asisten Deputi (Asdep) Permodalan pada Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop UKM Luhur Pradjarto, dalam sambutan acara kerja sama tersebut, Senin (23/4).

Luhur menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan dukungan permodalan melalui program prioritas nasional, yaitu penumbuhan wirausaha baru melalui bantuan pemerintah dalam pengembangan wirausaha pemula. Masih jelas Luhur, program bantuan dari Kemenkop dan UKM harus dikawal dengan pendampingan. “Dengan demikian perekonomian akan tumbuh, dan masyarakat akan dapat menikmati peningkatan pendapatan, yang pada akhirnya menjadikan wilayah perbatasan negara sebagai beranda Indonesia dengan dukungan infrastruktur yang memada,” paparnya.

Sinergi kegiatan diadakan dalam bimbingan teknis (Bimtek) Penguatan Permodalan dalam rangka Peningkatan Kapasitas Wirausaha Pemula Perbatasan. Bimtek difasilitasi oleh BNPP dalam hal ini Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, sedangkan Kemenkop dan UKM akan memberikan dukungan permodalan melalui program prioritas nasional.

Agar program sinergi ini bisa menghasilkan dampak lebih bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan, diharapkan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dapat memfasilitasi pendampingan kepada UMKM dan khususnya WP yang nantinya akan menerima bantuan. “Peserta bimtek yang memiliki usaha antara lain kerajinan, peternakan, kuliner/tataboga, pertanian dan perkebunan, perlu didampingi dalam memaksimalkan pemanfaatan dana bantuan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas,” papar Luhur.

Adapun Bimtek yang diselenggarakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para UMKM yang mayoritas mengelola usaha di sektor ekonomi kreatif. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka.

“Disamping itu juga, akan memunculkan pengusaha-pengusaha yang handal dengan produk khas Kabupaten Kapuas Hulu berbasis sumber daya lokal,” ujar Yusuf, Asisten 3 Bidang Administrasi dan Umum yang mewakili Bupati Kabupaten Kapuas Hulu.

Sedanngkan Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan, BNPP Boytenjuri mengakui banyak program dan kegiatan yang dilaksanakan K/L belum dilakukan secara terintegrasi dan sinergi. Kegiatan bimtek yang melibatkan Kemenkop dan UKM, serta Kementerian Pertanian yang merupakan anggota BNPP ini dapat dijadikan sebagai piloting sinergi K/L. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.