KISEL Salah Satu Koperasi Digdaya Indonesia, Memiliki Banyak Anak Perusahaan dengan Aneka Usaha

pipnew.co.id, Tangerang – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong koperasi di tanah air untuk melakukan Business Process Re-engineering (BPR). Dengan BPR dapat melakukan perencaanaan, menyusun strategi dan efisiensi biaya. Terlebih dengan berjalannya era industri 4.0, meskipun KISEL sudah familier dengan teknologi informasi, dan tidak tergerus oleh arus teknologi, hendaknya dapat melakukan business process re- engineering.

Peran anggota koperasi sangat strategis dalam rangka mewujudkan keberhasilan pengembangan koperasi melalui Reformasi total Koperasi. Dimana reformasi sebagai upaya mewujudkan koperasi berkualitas, yakni koperasi yang mampu menjalankan kaidah bisnis dan mengimplementasikan prinsip koperasi secara konsisten.

Oleh karena itu koperasi perlu melakukan pendidikan anggota. Kemudian identifikasi kebutuhan angggota yang juga penting, sehingga anggota sebagai pemilik dan pelanggan benar-benar mendapatkan manfaat dan kesejahteraan dari koperasi.

Demikian dikemukakan Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM, Luhur Pradjarto, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL) di Tangerang, Kamis (2/5).

Luhur menambahkan, bahwa KISEL termasuk koperasi skala besar di Indonesia, sehingga diharapkan sudah mulai membuka wacana untuk meningkatkan jumlah anggota, sekaligus meningkatkan partisipasi anggotanya terhadap pengembangan koperasi, permodalan dan usaha koperasi.

“Terlebih dengan terbentuknya corporate coorperative, kita harapkan kedepan, KISEL yang telah memiliki 5 anak perusahaan, dapat lebih meningkat kinerjanya dan akan semakin kuat,” tegas Luhur pada RAT yang mengambil tema “Strengthening Digital Business Through Effective Organization” ini.

Untuk strategi pengembangan, KISEL juga telah memiliki usaha dalam pelayanan infrastruktur telekomunikasi (telco infrastructur), yakni dapat membangun jaringan secara Corporate Cooperative, baik antar koperasi yang sejenis maupun yang berbeda jenis usahanya.

Pada kesempatan yitu, Head of Marketing Communications Group Telkomsel, Irlamsyah Syam, pun selalu mencermati perkembangan bisnis yang dikelola KISEL. Untuk itu ia meminta kepada jajaran pengurus dan pengelola untuk melakukan transformasi pengelolaan bisnis, karena persaingan bisnis di bidang telekomunikasi sangat pesat dan ketat. “Oleh karena itu, komitmen bersama, antara pengurus, pengelola dan anggota hendaknya perlu diperkuat, sehingga KISEL dapat tetap tumbuh dan berkembang serta mampu bersaing dengan badan usaha lainnya,” tandas Irlamsyach.

Ia menambahkan, selain itu perlu melakukan efisiensi biaya. Menurutnya biaya-biaya yang tidak penting agar dialihkan untuk memperkuat modal usaha. Syam juga menekankan agar anak perusahaan yang ada perlu terus dibenahi, sehingga secara perlahan akan mandiri dan berkembang. “Kalau anak perusahaan bisa mandiri, maka KISEL dapat mengembangkan bisnis lainnya yang benar-benar bisa dirasakan oleh anggota,” tutupnya. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.