Kopindo Meminta Dekopin Fasilitasi Anggota Khususnya Induk-induk

Pipnews.co.id, Semarang – Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) sebagai wadah kader koperasi dan koperasi kader yang merupakan masa depan koperasi Indonesia. Mengingat mereka yang tergabung dalam koperasi adalah para milenial. Generasi inilah yang digadang-gadang pemerintah untuk digaet untuk bergabung ke koperasi.

Dimana jika kaum milenial ini mau bergabung di koperasi maka akan berdampak pada kemajuan koperasi kedepan. Menginangat mereka akan berinovasi dengan kepintarannnya di bidang teknologi sehingga koperasi akan berkemang dan maju, serta mampu berbicara di tingat internasional dan dunia.

Tetapi sayangnya, sebagai anggota Dekopin yang notabene pantas melakukan pembinaan dan lain-lainnya, ternyata selama ini tidak ada atau kalau toh ada kurang sekali dirasakan. Sehingga melalui forum Rakornas Dekopin, Kopindo mempertanyakan bagaimana wadah tunggal gerakan koperasi itu memperlakukan anggotanya.

“Jujur hingga sampai hari ini Kopindo tidak mendapat fasilitasi dari Dekopin. Sebagai anggota sangat wajar dong untuk menanyakan hal itu,” ujar Agung Setiawan, Ketua Bidang Inovasi Teknologi dan Informasi, kepada pipnews.co.id di sela-sela Rakernas Dekopin, di Semarang, Sabtu, (13/10).

Agung menambahkan sebagai perwakilan Kopindo dalam forum tersebut memang menagih pada Dekopin tentang haknya. Mengingat sejak dirinya menjadi pengurus satu setengah tahun, sejak pertengahan 2017 hingga Oktober 2018 Dekopin kurang memperhatikan anggotanya terutaman induk-induk koperasi.

“Demikian Lapenkop sebagai lembaga perangkat Dekopin juga tidak konsisten membangun sinergi kepada pemuda yang merupakan harapan koperasi kedepan, seagai penerus pejuang koperasi di Indonesia,” ujarnya lagi.

Agung menambahkan bahwa setiap anggota Dekopin memiliki hak yang sama. Maka dari itu pengurus Dekopin tidak boleh tebang pilih apalagi berdasarkan suka-tidak suka. Demikian kedepannya Dekopin mulai berbenah pada pengelolaan programnya erfokus pada fasilitasi, anggotanya, khususnya induk-induk koperasi. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.