Lily Wahid : Ekonomi Keumatan dan Koperasi Bisa Nyambung Bila Dikalaborasikan

Pipnews.co.id, Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, (31/12/2018), menerima kunjungan politikus senior (Anggota DPR-RI 2009-2014) Lily Wahid di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta pusat.

Dalam kunjungan ini Lily Wahid yang juga merupakakan adik kandung Presiden RI ke-IV Abdurrahman Wahid mengungkapkan, bahwa  maksud dari pertemuan dengan Ma’ruf Amin, di antaranya untuk berdiskusi tentang eksistensi koperasi di tanah air. Menurut Lily, keberadaan koperasi saat ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Saya yakin ekonomi keumatan dan koperasi di pondok pesantrean bisa nyambung apabila dikalaborasikan. Saya harapkan melalui mpembinaan dari pemerintah, ke depan koperasi Indonesia bisa lebih bertumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ma’ruf menilai konsep koperasi saat ini masih relevan diimplementasikan. Namun, diperlukan penyesuaian dengan kondisi saat ini.

“Saya pikir masih relevan. Koperasi masuk dalam konsep di Undang-Undang Dasar, sehingga harus tetap menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Lily Wahid  datang ke rumah Ma’ruf Amin sekitar pukul 15.10 WIB sore mengadakan pertemuan bersifat tertutup. Setelah 45 menit barulah kedua tokoh tersebut memberikan sejumlah keterangan terkait pertemuan tersebut.

Awalnya Ma’ruf Amin bercerita kedekatan dirinya dengan Gus Dur termasuk keluarganya di antaranya Lily Wahid. Ia mengungkapkan bahwa Lily Wahid sering berkunjung ke rumahnya di Tanjung Priok, namun karena kesibukan pertemuan silaturahmi tersebut sering tertunda.

“Saya juga sering ketemu di PBNU. Kalau ketemu, kami cerita-cerita lucu-lucu mengenang masa lalu. Karena memang di NU itu kami biasa suka ada ger-geran berbeda pendapat, tapi diselesaikannya dengan ger-geran. Arti ger-geran itu ketawa, sambil ketawa selesai,” ungkap Ma’ruf. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.