LPDB Berkolaborasi dengan HIPMI Mendorong Lahirnya Wirausaha Baru

Pipnews.co.id, Jakarta – Salah satu agenda utama yang disajikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) tahun 2018 yang digelar di Jakarta (9/12/2018) adalah penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di satu pihak dengan HIPMI PT dilain pihak.

Tujuan dari MoU ini adalah kesepakatan kerjasama dalam mendukung lahirnya entrepreneur atau wirausahawan pemula melalui pemberian modal usaha. Dalam kaitan ini LPDB-KUMKM siap memasok dana permodalan bagi para anggota HIPMI, kendatipun itu wirausaha pemula.

“LPDB siap mendukung melalui akses pembiayaan dengan bunga rendah. Asalkan dari sisi legalitas sudah terpenuhi, apakah usahanya berbentuk PT atau CV, bisa langsung mengajukan. Jika aspek legalnya belum terpenuhi bisa dijembatani lembaga seperti koperasi,” tutur Braman Setyo, yang dalam Rakernas HIPMI itu ikut didaulat bsebagai seorang narasumber.

Rakerna ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia. Turut hadir antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Rektor HIPMI PT Said Aldi Al Idrus.

Braman mengatakan, pemerintah memiliki beberapa strategi dalam meningkatkan akses permodalan koperasi dan UMKM, mulai dari yang berbentuk bantuan sosial (bansos) pemerintah dengan nilai maksimum Rp 13 juta hingga modal berbentuk pinjaman atau pembiayaan model direct maupun two step loan dengan nilai maksimum Rp 10 miliar. Di luar itu adalah pinjaman melalui perbankan komersial.

Lebih lanjut, Braman menambahkan tingkat inflasi Indonesia per November 2018 berada di kisaran 3,23 persen. Hal ini menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil.

Stabilitas tersebut yang selanjutnya berpengaruh dalam penentuan suku bunga di bawah 10 persen dan bunga LPDB-KUMKM di bawah 5 persen. “Kebijakan pemerintah ini berarti pro rakyat. Kemiskinan dan pengangguran turun,” katanya.

Dia berharap dengan adanya kemudahan akses permodalan dari LPDB-KUMKM, maka jumlah pengusaha Indonesia akan terus meningkat. Saat ini menurut standar Bank Dunia, merujuk pada angka populasi penduduk, jumlah wirausaha Indonesia tergolong masih kecil.

Bank Dunia mematok jumlah ideal pengusaha di suatu negara sebesar 4 persen, sedangkan di Indonesia baru 1,6 persen. (Yan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.