Dinamika

Masih Terkendalanya Pelaku UMKM Ikuti Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,  PIBI Ikopin Gelar Pelatihan Proses Pelelangan Bagi UMKM

Pipnews.co.id, Jatinangor – Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Institut Koperasi Indonesia (PIBI-Ikopin) mengadakan pelatihan proses pelelangan bagi UMKM binaan. Sedikitnya 40 peserta terlibat dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini didasari adanya peluang yang diberikan pemerintah terkait pengadaan Barang yang bersumber dari APBN/APBD pada UMKM.

Kebijakan pemerintah terkait pelelangan bagi UMKM meliputi paket usaha kecil, nilai paket kurang/ sama dengan Rp 2,5 miliar, mencantumkan produk usaha kecil dalam katalog elektronik. Penyedia non kecil, bisa bekerja sama dengan usaha kecil dalam bentuk kemitraan, sub kontrak atau kerja sama lainnya.

“Namun pada kenyataannya, banyak UMKM yang belum bisa memanfaatkan peluang yang ada ini, akibat kekurangpahaman tentang aturan pelelangan,” kata Direktur PIBI-Ikopin, Indra Fahmi melalui siaran pers, Senin (26/11).

Dia menambahkan, identifikasi penyebab rendahnya UMKM dalam mengikuti pengadaan barang dari pemerintah, diantaranya karena UMKM tidak mengetahui secara sempurna. Dokumen apa yang harus mereka miliki bila akan mengikuti pelelangan. Mereka juga tidak tahu cara menjajagi guna mendapatkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), serta UMKM tidak mengetahui cara mendapatkan Pass Word dari LPSE, maupun cara daftar pada katalog Ekektronik.

“Oleh karena itu, mengikuti pelatihan semacam ini penting agar selanjutnya bisa menjawab permasalahan yang dihadapi UMKM,” ujarnya lagi.

Masih jelas Indra, selama ini UMKM hanya bisa menjual produknya secara langsung pada konsumen (retai), sehingga sulit bagi mereka untuk meningkatkan omzet dan kinerja bisnisnya melalui pendanaan yang bersumber pada APBN ataupun APBD.

Ada beberapa materi yang diberikan dalam pelatihan pelelangan ini, antara lain tentang tujuan dan kegunaan standarisasi produk, menyusun spesifikasi produk, menyusun harga perkiraan sendiri (HPS), menyusun 9 dokumen pelelangan, mengikuti proses e-Tendering, dan e-Purchasing, serta e-Katalog. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button