Menteri Rini : BNI Rangkul 164.178 UMKM Melalui 44 RKB

Pipnews.co.id, Jakarta 16 Januari 2018

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sampai dengan Desember 2017 berhasil membuka 44 Rumah Kreatif BUMN (RKB). Fasilitas ini telah merangkul sekitar 164.178 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan RKB sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan pemasaran.

“Dari jumlah tersebut telah menghasilkan 3.564 produk, 1.232 transaksi dan Rp418,48 juta Gross Merchandise Value (GMV),” kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat melakukan kunjungan RKB di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (12/1/2018).

Rini mengatakan RKB yang dibangun oleh BNI merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku UMKM.

“Kehadiran RKB untuk mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran, dan kemudahan akses permodalan,” ujarnya.

Tidak sampai disitu saja lanjut Rini, RKB pada gilirannya juga dapat mengembangkan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian dari Digital Economy Ecosystem.

Menurut Rini, khusus di Sentani, jumlah UKM yang tercatat (listed) di RKB Sentani saat ini sebanyak 74 UKM dimana 24 UKM di antaranya telah naik kelas dan terdaftar di salah satu situs belanja online, blanja.com.

Mengutip data BNI yang dilansir Warta Ekonomi, hingga Desember 2017 BNI telah membangun 6 unit RKB di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu, RKB Jayapura, RKB Fak Fak, RKB Raja Ampat, RKB Biak Numfor, RKB Supiori, dan RKB Kepulauan Yapen. Sedang jumlah UKM yang terdaftar (listed) sebanyak 104, dengan rincian sebanyak 42 UKM di RKB Biak, 34 UKM di RKB Fak Fak, 24 UKM di Jayapura, 1 UKM di Superiori, dan 1 RKB Kepulauan Yapen.

Dalam prosesnya, BNI telah melakukan go moderngo digital, dan go online di RKB-RKB yang telah dibangun. Dalam go modern misalnya, RKB BNI di Jayapura telah melakukan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM dengan tidak melepas kearifan lokal seperti pelatihan pembuatan mie berbahan dasar sagu. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.