Omset Koperasi Tahu Tempe Jakarta Selatan Rp 80 Miliar

Pipnews.co.id, Jakarta – Siapa bilang bisnis koperasi tahu tempe hanya bisnis ”ecek-ecekan”. Buktinya Primer Koperasi Pengrajin Tahu Tempe (Primkopti) Jakarta Selatan, justru mampu membukukan omset usaha hingga Rp 80 miliar untuk tahun buku 2017.

Selanjutnya, dari perputaran usaha tersebut diraup keuntungan berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 1,518 miliar. Suatu jumlah yang tentunya cukup “wah”, untuk sebuah koperasi jenis produsen.

Terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-38 Primkopti Jakarta Selatan tahun buku 2017 yang digelar di Jakarta (5 April 2018). Bahwa omset sebesar seperti disebutkan tadi sebagian besar disumbang dari penjualan/penyaluran bahan baku kedelai kepada para anggota pengrajin tahu tempe, yang saat ini berjumlah 1.058 orang.

“Maklum saja, pada tahun 2017 itu kita memang mampu menyalurkan kedelai sebanyak 12.900 ton,” tutur Ketua Primkopti Jaksel Tohari S, kepada Pipnews.co.id, disela acara pembukaan RAT, yang kala itu dilakukan oleh Sumanto, Kasi Perkoperasian Suku Dinas Koperasi dan UKM Jakarta Selatan.

Tohari mengaku, Primkopti Jakarta Selatan, adalah memang koperasi sukses, dan merupakan primkopti paling besar di tanah air dari sekitar 200 unit Primkopti di Indonesia. Bahkan lebih dari itu, koperasi yang dipimpinnya itu masuk dalam peringkat 100 koperasi besar koperasi Indonesia, seperti yang pernah dilansir Majalah Peluang.

Sementara itu, Ketua Bidang Usaha Sutaryo mengatakan, kedelai yang disalurkan kepada para anggota, sumbernya berasal dari hasil kerjasama dengan sejumlah importir kedelai di Jakarta., yang jumlahnya rata-rata 1.000 s/d 1.100 ton per bulan. “Jadi kita tidak membeli di pasaran umum, tapi langsung dari importir.

Selanjutnya, kedelai yang dari dipasok importir ini disalurkan kepada anggota melalui unit pergudangan yang tersebar di 8 kelompok kerja Primkopti se Jakarta Selatan. Antra lain, Tegal Parang, Pasar Minggu, Tebet, Kuningan Barat, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Bintaro dan Cikoko.

Dalam menjalankan bisnisnya Primkopti Jaksel tidak sekadar menyalurkan kedelai. Di luar itu, juga ada unit perdagangan yang menjual sarana alat produksi (saprodi), serta perkreditan dan unit Simpan Pinjam. Semua ini dikelola di kantor pusat di Jalan Kalibata Tengah No. 8-9. Jakarta Selatan.

Ada yang perlu dicatat dari pelaksanaan RAT Primkopti Jaksel yang digelar sore hari di Gedung SMK Cyber, Pancoran Jakarta Selatan. Bahwa sebelum RAT puncak (Pleno) tersebut dilaksanakan, sudah didahului dengan Pra-RAT di 8 kelompok unit kerja. Pra–RAT ini dilaksanakan mulai 31 Maret s/d 4 April. “Jadi, Rapat Pleno kali ini tinggal mengetok palu aaja. Soal tanggapan dan masukan sudah dibahas pada Pra-RAT,” tutur Ahmad Syaiku, Sekretaris Primkopti Jaksel.

Primkopti Jaksel yang kini memiliki aset Rp 20 miliar diurusi empat personil. Yaitu Tohari S (Ketua), Sutaryo (Ketua Bid. Usaha), Ahmad Syaiku (Sekretris) dan Abdul Hamid (Bendahara). Sementara Pengawas diisi H Tjasbari (ketua), Rasdjo (anggota) dan Satari S (anggota). (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.