Petani Muda Garut Bentuk Koperasi dan Kelola Lahan Perhutani

pipnews.co.id, Garut – Sejumlah petani muda di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berinisiatif membentuk koperasi untuk mengelola usaha wanatani komoditas kayu dan jeruk, di kawasan hutan produksi milik Perhuttani. Koperasi yang beranggotakan para petani muda itu, kini telah mengelola kebun jeruk seluas 3 hektare di Desa Mekarsari, Cikajang, Garut. Dan lahan tersebut milik sendiri.

Demikian diungkapkankan Ketua Kelompok Koperasi Eptilu Incorporated (KEi) Rizal Fahreza, di Kebun Jeruk Eptilu yang terletak di Jl Raya Cikajang km 24 Garut, Jawa Barat, Minggu (12/9).

Rizal yang tak lain adalah sarjana tamatan salah satu bperguruan tinggi ternama di Bandung ini menambahkan, bahwa anggota kelompoknya yang tergolong anak muda yang usianya rata rata 30 tahun ini,  mengusahakan budidaya jeruk Siam Garut, tomat, kentang dan produk hortikultura lainnya.

itu sudah dimulai sejak 2 017 baru berusia 27 tahun.

“Kelompok koperasi itu pada awalnya disarankan untuk segera memiliki badan hukum yang representatif oleh Menteri BUMN Rini Soemarno agar dapat mengelola hutan produksi di kawasan Perhutani seluas 100 hektare,” ujar pria usia 27 tahun ini.

Ia menambahkan, kemudian diputuskan  kelembagaan dalam bentuk koperasi sehingga bersama kelompoknya berinisiatif membentuk KEi dengan model pengelolaan agroforestry busines. Pihaknya lalu mengembangkan usaha utama jeruk siam dengan latar belakang potensi pasar buah di Indonesia yang masih begitu besar atau baru terpenuhi 20 persen dari seluruh kebutuhan.

Banyak inovasi yang telah dilakukan di antaranya membuka pasar khusus untuk cafe, restoran, konsumen perusahaan, dan konsumen perumahan di wilayah Garut, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. KEi juga mengelola produksi, distribusi, hingga marketing produk sayuran.

Bahkan selanjutnya, KEi juga membangun kebun wisata agro yang mulai banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Dan untuk melengkapi kegiatan, koperasi tersebut pun membangun pusat pelatihan untuk petani muda. “Kami siap berkontribusi melalui pengembangan petani muda dalam mewujudkan Garut sebagai pusat produksi pertanian terintegrasi industri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama dilakukan sosialisasi dan inisiasi pembentukan koperasi KEi yang dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Dr Rully Indrawan dan Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Imas Nurjamilah.

Imas menjelaskan tentang tata cara pembentukan koperasi dan pihaknya siap memfasilitasi KEi untuk mendapatkan badan hukum koperasi yang disebutnya kini persyaratannya lebih mudah.

Sementara Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan pihaknya menyambut baik petani muda Garut untuk berinisiatif membentuk koperasi. Imbuh dia, bahwa kini persyaratan pendirian koperasi semakin disederhanakan. “Ini contoh yang patut diapresiasi ketika masyarakat membentuk koperasi tapi telah merintis usaha, jangan bentuk koperasi dulu baru memikirkan apa usahanya. Intinya adalah bagaimana membentuk sebuah koperasi yang berkualitas,” pungkas Rully. (Slamet A Wijaya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.