Responsible Financing, Solusi Gagal Bayar pada Kredit Mikro

PIPNews.co.id, Semarang – Pertumbuhan kredit mikro dalam beberapa tahun trakhir melesat tinggi yang mengarah pada kemungkinan pinjaman berlebih kepada nasabah. Namun, penetrasi pinjaman mikro yang tinggi bisa memicu terjadinya gagal bayar oleh para nasabah dan bisa berdampak pada krisis keuangan.

Demikian dikemukakan Senior Financial Specialist Sector World Bank, Nazirwan dalam acara Workshop Keuangan di Semarang pada Jumat (2/3).

Mencermati hal tersebut menurut Nazirwan perlu diterapkan Responsible Financing atau keuangan yang bertanggung jawab demi keberlanjutan usaha. Responsible Financing bisa jadi landasan yang tepat untuk mengembalikan fokus industri keuangan mikro termasuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Unit Simpan Pinjam (USP). “Melalui penerapan prinsip-prinsip keuangan yang bertanggungjawab kepada anggota demi keberlanjutan usahanya,” ujarnya.

Sementara itu Yuana Sutyowati Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, memaparkan tentang strategi dalam rangka peningkatan akses UMKM dalam memenuhi kebutuhan permodalan terhadap lembaga keuangan formal, khususnya peran kperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam (KSP/USP) koperasi.
“KSP/USP koperasi merupakan lembaga keuangan alternatif perlu terus ditingkatkan kinerjanya sehingga menjadi sehat, kuat dan mandiri,” jelasnya.

Masih dijelaskan Yuana, KSP/USP yang sehat dan mandiri dan memiliki kinerja yang baik, dapat bersinergi dengan berbagai lembaga keuangan lainnya, seperti PT Arta Ventura/PIP untuk menjadi penyalut kredit Ultra Mikro (Umi), maupun menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR).
“Pemberdayaan KUMKM memerlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholders termasuk dunia usaha, perbankan maupun lembaga keuangan non bank,” pungkas Yuana. (AWeS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.