RW 03 Kelurahan Kaliabang Tengah, Giliran Terjamah Program Penghijauan dan Pemberdayakan Masyarakat dari Pemkot Bekasi

Danramil Bekasi Utara Kapten Agus S didampingi Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chaled Tayyib dan Ketua RW 03 Kel Kaliabang Tengah Saifullah Ahmad S.Pd.I sedang melakukan penanaman pohon penghijauan. pipnews.co.id, Bekasi

pipnews.co.id, Bekasi – Pelestarian lingkungan perkotaan dengan lahan hijau semakin sulit ditemukan. Apalagi di kota-kota besar hampir sebagian besar lahan telah beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan padat. Seperti daerah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jaodetaek). Akibatnya efek pemanasan global bukan isu lagi tetapi telah menjadi fakta. Pembuktian tersebut saat pergantian musim dari kemarau ke penghujan sulit diprediksi. Hujan ekstrim dan banjir bandang bukan hal yang mustahil lagi.

Perlu tindakan nyata untuk mencegah semakin memburuknya lingkungan. Salah satunya dengan melakukan penghijauan, sehingga soal keterbatasan lahan di daerah perkotaan, tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan penghijauan. Untuk membantu resapan air, keberadaan tumbuhuhan sangat penting. Jadi tepat untuk melakukan penghijauan meskipun lahan sempit dan terbatas. Faktanya masih banyak cara untuk melakukan penghijauan. Misalnya dengan melakukan reboisasi atau menanami kembali lahan yang gundul dimanapun.

Hal inilah yang telah dilakukan pemerintah Kota Bekasi dan jajaran pemerintahan yang ada. Bentuk apresiasi program nasional ini telah menggerakan seluruh elemen pemerintah. Selain Pemkot Bekasi, unsur TNI dan Polri ikut ambil bagian. Yakni menggerakan penghijauan yang melibatkan masyarakat. Seperti pada Jumat (10/1) dipimpin Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bekasi Utara Komisaris Polisi (Kompol) Chaled Tayyib dan Komandar Rayon Militer (Danramil) Bekasi Utara Kapten Agus S, melakukan penanaman pohon di jalur irigasi dan lahan-lahan kosong yang diusulkan masyarakat.

Dari ribuan pohon yang disediakan, 100 batang pagi itu tertanam di lingkungan RW 03 Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Kepada pipnew.co.id, Kapolsek mengatakan apa yang dilakukan bersama jajaran dan sejawatnya, bukan merupakan program tingkat Pemerintah Kota atau Polres dan Kodim, atau dari Polda tetapi ini merupakan program pemerintah pusat terkait penghijauan lingkungan. Perihal daerah mana saja yang menjadi cakupan/target dan juga banyaknya pohon yang ditaman, itu katanya tergantung permintaan dari masyarakat. “Kami sebagai kepanjangan jajaran pemerintah pastinya ingin menyukseskan program tersebut. Dalam hal penghijauan ini misalnya, kami hanya melayani masyarakat dimana pun yang minta di wilayah kerja kami, dan banyaknya pohon yang diminta kami berikan dan kami tanam,” paparnya.

Kompol Chalid menambahkan selain menjalankan tugas kedinasan juga melakukan misi-misi sosial lainnya. Terkait adanya bencana banjir yang melanda Jabodetabek, khususnya Bekasi termasuk di Bekasi Utara juga anggotanya ada yang jadi korban banjir ada 6 rumah terkena. “Ya intinya kami peduli dan tanggap dengan kejadian yang ada termasuk bakti sosial pada koran banjir kami lakukan. Kami kunjungi juga anggota kami yang kena musibah itu,” ujarnya lagi.              

Saat disinggung soal pemberdayaan masyarakat, misalnya yang terkait dengan perbaikan atau pertumbuhan ekonomi, perwira pentol melati satu di pundaknya tidak menjawab spesifik. Hanya sedikit diplomasi bahwa katanya jika menciptakan lingkungan aman, bersih sehat maka masyarakat akan nyaman pula melakukan apapun termasuk dalam menjalankan usahanya. “Iyalah kalau lingkungan yang hijau lahan yang gundul dimanfaatkan baik ditanami tamanam perdu atau apotik hidup, masyarakat makin sehat, pada gilirannya mereka akan meningkatkan kemampuannya mencapai ekonomi,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua RW 03 Saifullah Ahmad S.Pd. I menambahkan bahwa program penghijauan itu akan terus dilanjutkan. Terlebih wilayah yang dipimpinnya terdiri 15 RT dan terdapat banyak memiliki lahan tidur (laham milik warga) yang belum dimanfaatkan seagai tempat tinggal, sehingga akan dimanfaatkan untuk tanaman produktif dan oat-obatan (apotik hidup). “”Ya untuk menjaga kebersihan lingkungan supaya tidak kumuh kami akan berdayakan warga untuk menanami lahan kosong itu dengan tanaman yang bermanfaat atau apotik hidup,” ujarnya seraya diamini oleh Edi Cahyadi ketua RT 09/03 yang juga akan mengusulkan lagi pohon untuk di tanam di lingkungannya. (Slamet AW).      

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.