Seskemenkop: Era Bunga Tinggi di Koperasi Sudah Berlalu

PIPNews, Jakarta-Abad milenia berarti era perubahan yang sangat cepat. Semua langkah kehidupan manusia dipengaruhi teknologi canggih. Intinya siapapun mereka, baik lembaga maupun individu jika ingin sukses harus mahir mengaplikasikan kemajuan teknologi. Dengan demikian apa yang diusahakan akan terus berkembang.

Termasuk koperasi juga harus pandai menyikapi kondisi kekinian. Selain menerapkan teknologi tinggi sehingga koperasi akan terus besar, juga cepat beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi. Misalnya kini bukan jamannya lagi lembaga keuangan menerapkan bunga tinggi, karena kini yang berlaku sebaliknya yakni menerapkan bunga rendah dalam operasionalnya. Era bunga tingggi sudah berlalu dan koperasi harus mengikutinya.

Demikian ditekankan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram kepada anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua yang sedang menggelar acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 40, tahun buku 2017, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu, (17/2).

Namun Agus meyakini KSP Kodanua yang berusia 40 tahun lebih ini sudah tumbuh menjadi koperasi yang mapan. Mampu melewati bermacam gejolak dan ujian. Tampil menjadi koperasi yang menaati bermacam aturan dan kaidah-kaidah koperasi yang mengikatnya. Salah satu dari hal dimaksud diantaranya tepat waktu dalam menggelar RAT. Dengan tepat waktu menggelar pertanggungjawaban pengurus dan pengawas yang dikemas dalam RAT, koperasi akan terus mengantisipasi dan mengatasi adanya perubahan zaman yang begitu cepat. “Koperasi yang cepat merespon perubahan yang terjadi dan mampu menggunakan teknologi terkini dan selalu aplikatif dengan perkembangan zaman, koperasi aka terus berkembang dan maju” tandas Agus.

Menurutnya KSP Kodanua sudah mampu mengatasi berbagai kendala sekaligus bisa menangkap peluang. Selain itu sebagai koperasi masa kini pun sudah harus berpola manajemen moderen. Salah satunya menerapkan sistem online. Yang pasti sambung dia, koperasi moderen itu tiada hari tanpa pelatihan, IT, dan transaksi.

Masih diungkapkan Agus di hadapan Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umun Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nachrowi Ramli, dan Ketua KSP Kodanua, Soepriyono, koperasi yang baik harus mampu melakukan kaderisasi di tingkat pengurus dan pengawas dengan baik. Kaderisasi itu kata dia bisa dilakukan melalui pelatihan-pelatihan. “Di samping itu, koperasi pun harus menyadari era sekarang, yaitu era bunga rendah single digit. Era bunga tinggi sudah berlalu.

Namun demikian, lanjut Agus yang harus tetap dikedepankan koperasi adalah pelayanan terhadap anggota. Sehingga, era bunga rendah tidak menjadi kendala utama bagi koperasi. Sebaliknya kata Agus, kelebihan koperasi yang tidak dimiliki lembaga perbankan adalah koperasi yang bisa melakukan temu anggota, tour, silaturahmi, dan semua semua kegiatan sosial lainnya. Ada hubungan manusiawi yang tidak bisa diukur dengan uang.

Akhirnya Agus juga berharap kepada anggota koperasi tidak hanya melihat dari sisi bunga rendah. Melalui koperasi akses mudah, collateral tidak berat, pelayanan mudah, cepat, dan terjangkau. “KSP Kodanua juga harus mendorong anggotanya yang UKM agar mampu memasuki pasar e-commerce. Dunia sudah berubah, begitu juga pangsa pasar dan perilaku konsumen,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KSP Kodanua Soepriyono mengungkapkan bahwa RAT bagi koperasi merupakan amanat UU 25/1992 tentang perkoperasian yang akan membahas evaluasi kerja 2017 dan merancang program 2018. Yang akan menjadi perhatiannya ke depan adalah perubahan pola konsumsi dan perkembangan IT di semua sektor. Selain itu, tahun ini hingga 2019 merupakan tahun politik yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan KSP Kodanua.

Kemudian Soepriyono pun berharap, dalam RAT kali ini yang akan memilih pengurus dan pengawas koperasi yang baru, mampu melahirkan kader-kader yang kompeten. “Perubahan zaman harus dijadikan sebagai unsur positif untuk kemajuan KSP Kodanua. Terlebih lagi, KSP Kodanua sudah masuk jajaran 100 koperasi besar di Indonesia,” jelasnya.

Adapun Plh Ketum Dekopin, Nachrowi Ramli, mengapresiasi perjalanan KSP Kodanua yang ke 40 tahun dengan cemerlang. Alasannya kata dia, hal itu bisa terjadi karena KSP Kodanua memiliki kunci sukses. Di antaranya, rasa memiliki yang tinggi dari anggota, rasa bangga menjadi anggota KSP Kodanua, dan sense of responsibility yang dikelola dengan baik.

Nachrowi menambahkan, RAT merupakan satu wadah untuk menyampaikan aspirasi dan introspeksi, hingga menyusun program. “Yang bagus harus dipertahankan dan yang jelek harus diperbaiki, agar organisasi koperasi terus berkembang. RAT juga bukan ajang untuk saling menyalahkan, sebaliknya sarana untuk saling mendukung dan melengkapi”, pungkasnya. (Maskop/AWes)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.