Sosialisasi KUR Maksimal pun Banyak yang Belum Kenal

Pipnews.co.id – Tarwanto dan istrinya menjadi salah satu pelaku indutri rumah tangga (IRT) di Cikarang dengan produksi teh dalam kemasan. Produksinya juga sudah lancar terdistribusi pada konsumen. Usaha yang mendapat pembinaan dari instansi terkait di Kabupaten Bekasi ini mereknya pun sudah diberikan untuk proses selanjutnya. Selain itu di teras rumahnya juga dijadikan warung kelontong. Juga sudah cukup laris oleh para ttangga dan orang yang lalu lalang tak jarang membeli.

Hanya saja dia masih merasa sulit untuk pengembangan karena kurang modal. Setelah disaranan agar mendaftar saja sebagai peminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank pemerintah yang ditujuk untuk menyalurkannya dia berkelit. “Saya nggak tau cara-caranya, emang KUR itu seperti apa sih?” tanyanya.

Penulispun menjelaskan kalau KUR itu program pemerintah tentang penyediaan kredit untuk diakses oleh masyarakat yang memiliki usaha dan butuh pengembangan usaha. Syaratnya juga tidak terlalu berbelit dan juga tanpa agunan. Demikian bunganya juga cukup ringan karena hanya 7 persen per tahun.

Pastinya orang semacam Tarwanto di republik ini tidak hanya satu, tetapi masih banyak. Untuk itu informasi perihal KUR memang wajib terus dilakukan agar masyarakat yang menggeluti dunia usaha makin familier. Dengan begitu, target pemerintah menaikan alokasi untuk KUR demi menggeliatnya perekonomian di masyarakat akan tercapai. Faktanya masyarakat yang mebutuhkan modal kerja untuk pengembangan usaha masih banyak.

Jika informasi perihal KUR sudah mejadi buah bibir di kalangan KUKM, harapan pemerintah, khususnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam pencapaian target per tenggat waktu bukan hal sulit. Mungkin saja apa yang dikatakannya soal realisasi penyaluran KUR hingga April 2018 sudah mencapai 38% dari target, bisa saja akan lebih. Tentu saja menurutnya capaian dinilainya tergolong positif.

Darmin yang mantan Gubernur BI ini menambahkan, seandainya capaian realisasi ini terus dijaga, dipastikan kinerja penyaluran KUR pada 2018 ini bakal baik. “Kalau 4 bulan atau sepertiga tahun mencapai 38% maka di akhir tahun menjadi 114% atau 3 kali. Jadi ya bagus,” ujarnya.

“Memang, apa namanya, (penyaluran KUR) yang untuk produksi persentasenya sedikit turun dari tahun lalu tapi karena ini habis panen. Kalau habis panen petani itu bayar kredit itu dia. Karena mereka membayar setelah panen,” jelas dia.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo menambahkan pemerintah akan segera membayarkan selisih bunga subsidi kepada pihak perbankan penyalur KUR. Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan realisasi penyaluran KUR tiap bank.

Kata dia pihaknya akan undang BRI, BNI, Mandiri, terutama BRI yang bagiannya sudah dilaporkan. Jika sudah semua nanti bayar (selisih subsidi bunga). “Dalam waktu dekat ini, kan sedang proses, ketika mereka salurkan kredit, kami bayarkan bunganya. Kan ada SIKP-nya, programnya diantara masing-masing perbankan. Kalau datanya sudah valid, semua dokumen, nanti langsung dibayar,” ujarnya.

Intinya imbuh dai dari realisasi yang telah disalurkan, mereka laporkan dan diajukan ke Kemenkeu, kalau sudah oke pasti dibayarkan. (Bds/Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*