Template Anggaran Dasar Pendirian Koperasi telah Diluncurkan KemenkopUKM

Pipnews.co.id, Jakarta – Template Anggaran Dasar (AD) pendirian koperasi yang simpel dan diharapkan akan mempermudah masyarakat, saat akan membuat AD untuk keperluan pendirian koperasi, telah diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Hal tersebut dijelaskan Deputi Bidang Perkoperasian, Ahmad Zabadi, kepada media, di Jakarta, Senin (21/6). Menurutnya, pembahasan konsep final template akte pendirian koperasi sudah selesai dilakukan pembahasannya. Bahkan telah dilakukan beberapa kali pembahasannya, dengan melibatkan lintas pelaku terkait. Terutama dengan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI), serta praktisi yang berasal dari Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK).

“Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal ini Deputi Bidang Perkoperasian, template akta pendirian koperasi yang berisikan AD dengan sistematikanya yang disederhanakan dalam waktu dekat akan diperkenalkan ke publik,” ujarnya.

Zabadi juga mengharapkan hal tersebut benar-benar akan memberikan manfaat bagi Gerakan Koperasi. Mengingat template akta pendirian koperasi ini tidak lebih dari 17 halaman, sedangkan sebelumnya hingga 50 halaman.

Masih dijelaskan Zabadi, Akta Pendirian Koperasi merupakan akta perjanjian yang dibuat oleh para pendiri, dalam rangka pembentukan Koperasi. “Oleh karena itu template yang kami siapkan tidak menjadi baku dan wajib, tetapi sebagai bentuk gambaran terkait substansi yang harus diatur dalam Akta Pendirian (Anggaran Dasar),” jelasnya lagi.

Ia menambahkan bahwa yang menjadi penting adalah pemahaman dari para pendiri koperasi, terkait hal-hal apa saja yang harus mereka atur di dalam Akta Pendirian, sebelum dilakukan pembentukan koperasi.

Zabadi juga menggarisbawahi, template itu akan diluncurkan dalam waktu segera, merupakan panduan, bukan pedoman. Artinya kata dia, template ini hanya referensi bagi lintas pelaku terkait seperti notaris, dan masyarakat yang akan mendirikan koperasi.

Naming Zabadi juga mengingatkan dan mempertegas bahwa AD itu sepenuhnya merupakan kesepakatan para pendiri. “Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM membantu menyiapkan contohnya,” tukasnya.

 

Masih kata Zabadi, template AD Koperasi yang akan diluncurkan menunjukkan aksi keberpihakan pemerihtah kepada masyarakat. Hal ini imbuh dia, bagian kebijakan kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan koperasi, paska ditetapkan PP No 7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan,dan Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

“Kami berharap INI, khususnya NPAK mempunyai persepsi yang sama, bahwa ini bagian dari kemudahan berusaha. Sehingga, Notaris nantinya mempercepat proses pembuatan akta serta menyesuaikan biaya pembuatan akta pendirian koperasi, karena akta pendirian koperasi nantinya lebih sederhana atau simpel,” tandasnya.

Zabadi pun berharap, setelahnya tidak ada lagi curahan-curahan hati (curhat) dari masyarakat soal mahalnya biaya akta pendirian koperasi. Intinya imbuh dia, pihaknya ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin mendirikan koperasi. “Dengan demikian koperasi di Indoensia tetap menjadi soko guru perekonomian bangsa, serta memperkokoh peran koperasi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (esawe).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.