Tugas Pengawas Koperasi Menjaga Kualitas Koperasi

Pipnews.co.id, Jakarta – Jabatan fungsional Pengawas Koperasi di jajaran Kemenkop dan UKM diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kualitas koperasi, sejalan dengan program Reformasi Total Koperasi.
Mengingat jabatan tersebut memegang peranan penting, karena menjadikan tahu apakah sebuah koperasi itu sehat, kredibel, atau layak dipercaya masyarakat.

Oleh karena itu seseorang yang pada jabatan fungsional tersebut, harus memiliki standar kompetensi yang khusus sebagai Pengawas Koperasi. Demikian disampaikan Prof Rully pada acara sosialisasi Jabatan Fungsional Pengawas Koperasi, di Jakarta, Selasa (1/10).

Ia menambahkan, terkait hal tersebut di atas juga berlaku bagi daerah yang akan memiliki jabatan tersebut. “Bagaimana daerah bisa mengawasi koperasi, bila dia baru satu atau dua bulan menduduki atau memasuki Dinas Koperasi dan UKM,” Jelasnya.

Prof Rully juga mengapresiasi Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah membantu dan mendampingi terbentuknya jabatan fungsional Pengawas Koperasi melalui Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 43 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Koperasi. “Demikian juga dengan Kementerian Sekretaris Negara yang kami8⅞ harapkan terutama dalam mendukung administrasi aparatur yang nantinya akan masuk ke dalam jenjang jabatan ini,” paparnya lagi.

Masih kata Rully target jangka pendek Kemenkop dan UKM adalah melakukan pengangkatan dalam jabatan fungsional tersebut melalui penyesuaian (inpassing) yang hanya dibatasi selama dua tahun yang akan berakhir pada 2 Oktober 2020.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Suparno menambahkan, hadirnya jabatan fungsional Pengawas Koperasi memang penting untuk diperjuangkan. Pasalnya, total jumlah koperasi di Indonesia sebesar 200 ribu unit, dengan 138 ribu unit diantaranya berkategori aktif. “Oleh karena itu, saya berharap jabatan fungsional itu tidak hanya ada di pusat saja, melainkan juga di daerah. Dari mulai tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” kata Suparno.

Suparno mengakui, kebutuhan personil untuk jabatan fungsional Pengawas Koperasi memang tidak sedikit. Dalam hitungan ideal, setiap kabupaten/kota minimal harus memiliki minimal lima orang Pangawas Koperasi, sedangkan untuk tingkat provinsi minimal tujuh orang. “Kita sudah pernah memetakan bahwa kebutuhan untuk mengisi jabatan tersebut di pusat dan daerah sebanyak 2.161 orang,” jar Suparno.

Jabatan Bergengsi

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Standarisasi Jabatan KemenPAN-RB Aba Subagya mengatakan, filosofi jabatan fungsional itu sejatinya untuk lebih memperkuat kelembagaan, dan juga memperkuat tugas serta fungsi sebuah lembaga. “Dalam hal Pengawas Koperasi, Kemenkop dan UKM bisa mengatur sendiri sesuai dengan persyaratan dan kompetensi yang dibutuhkan,” imbuh Aba.

Bahkan, kata Aba, ke depan sosok yang akan mengisi jabatan-jabatan strategis akan berbasis dari jabatan fungsional. “Berkarir di jabatan struktural itu jumlahnya terbatas. Namun, berkarir di jabatan fungsional akan terus berkembang. Bahkan, nantinya mereka bisa mengisi jabatan struktural karena tingkat kematangannya sudah tinggi di lapangan,” kata Aba.

Aba pun berharap bahwa jangan ada keraguan lagi untuk mengisi jabatan fungsional Pengawas Koperasi, karena memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir dengan jabatan struktural. “Biro Kepegawaian harus bisa menginventarisir siapa-siapa saja yang layak sesuai kriteria sebagai Pengawas Koperasi. Menurut saya, ini jabatan bergengsi,” tegas Aba.

Terkait kompetensi, Aba menyebutkan, ada tiga kompetensi yang harus dimiliki seseorang untuk mengisi posisi sebagai Pengawas Koperasi. Diantaranya, kompetensi teknis sebagai Pengawas Koperasi, kompetensi manajerial, hingga kompetensi sosio kultural. “Bisa juga, untuk mencapai kompetensi itu dilakukan melalui Diklat-Diklat, hingga tercapai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan”, pungkasnya.(Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.