UMKM Memberikan Kontribusi 57,12% Terhadap PDB

Pipnews.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku keberatan kalau pajak penghasilan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah satu persen. Presiden mengharapkan pemerintah bisa menurunkannya jadi 0,25 persen.

Hal itu dikatakan Jokowi setelah mendengar keluhan para pelaku UMKM dimana para pelaku UMKM minta penurunan tarif. Dihitung-hitung, bertemulah angka 0,5% itu. Itulah dukungan nyata yang diberikan Jokowi pada UMKM dengan harapan agar mereka bisnis UMKM ini bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, dengan beban pajak yang ringan, diharapkan pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya dengan maksimal sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Aturan yang berlaku kini adalah penurunan tarif PPh bagi UMKM yang semula satu persen menjadi 0,5%. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) dan berlaku efektif per 1 Juli 2018.

Tujuannya agar pelaku UMKM semakin berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal dengan kemudahan pembayaran pajak dan tarif yang lebih baik.

Dengan diturunkannya tarif pajak itu, Dosen Magister Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana, Abdullah Sumrahadi menilai tidak heran kalau para pelaku UMKM menjadi gembira. Sebab, dengan menanggung beban pajak yang lebih kecil sehingga para pelaku UMKM itu memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan berinvestasi.

“Selain itu, mereka jadi lebih berpeluang untuk memperoleh akses terhadap dukungan finansial. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia telah terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi di saat krisis terjadi. Keberadaan UMKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai 99,99 % dari total usaha di Indonesia telah menyerap 97,30% tenaga kerja di Indonesia” ungkap Abdullah dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu..

Keberadaan UMKM juga memberikan kontribusi sebesar 57,12% terhadap produk domestik bruto (PDB). “Kini rakyat senang, pemerintah juga senang. Sebab UMKM memberi pemasukan bagi negara dalam bentuk devisa” tutur Abdullah.

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 menunjukkan devisa negara dari para pelaku UMKM angkanya tinggi, mencapai Rp 88,45 miliar. “Angka ini mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat dibandingkan tahun 2016.

Angka ini tentu akan naik lagi pada akhir tahun nanti setelah tahun ini Jokowi menurunkan tarif PPh UMKM. Semoga UMKM tahun 2019 dapat lebih maju lagi” ujarnya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.