Ketua Koperasi Pandawa Salman N di Vonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Miliar

Pipnews.co.id, Depok 14 Desember 2017

Terdakwa kasus investasi bodong, Salman Nuryanto alias Dumeri (42), pimpinan sekaligus pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, divonis 15 tahun penjara serta denda Rp 200 Miliar. Vonis dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Depok dalam sidan putusan, Senin (11/12/2017).

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa yang menuntut Nuryanto dihukum 14 tahun penjara dan denda Rp 100 Miliar.

 

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana turut serta menghimpun usaha dana masyarakat tanpa ijin usaha yang dilakukan secara berlanjut. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 200 Miliar,” kata ketua majelis hakim Yulinda Trimurti Asih.

 

Dalam putusannya Yulinda menilai Nuryanto telah melanggar Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 10/1998 tentang Perubahan Atas UU Nomor 7/1992 tentang Perbankan, jo Pasal 69 UU Nomor 21/2011 tentang OJK, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kemudian, pasal 378 KUHP tentang Penipuan, jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

“Untuk denda Rp 200 Miliar, jika tidak dibayarkan maka akan diganti hukuman penjara selama 6 bulan,” kata Yulinda. Menurutnya pihaknya juga memutuskan bahwa semua aset KSP Pandawa Mandiri Group akan disitanegara dan dikembalikan ke nasabah.

 

Sidang juga berlanjut dengan pembacaan putusan atas 26 leader Pandawa lainnya. Selama sidang Nuryanto alias Dumeri tampak cukup tenang dan santai. Namun saat putusan menyatakan dirinya bersalah dan divonis 15 tahun serta denda Rp 200 Miliar, wajahnya menunduk dan tampak tegang.

Ia kemudian menghampiri tim kuasa hukumnya dan merundingkan putusan hakim. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.