Tuntut Uang Kembali Anggota Koperasi KSP Jateng Mandiri Demo

Pipnews.co.id, Semarang 22 Januari 2018

Puluhan anggota atau nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri menggelar aksi demo di kantor pusat koperasi tersebut di Jl Kartini No 19 Semarang, pekan lalu. Para pendemo yang berasal dari berbagai kota di Jateng tersebut menuntut supaya uang tabungan dan deposito mereka dikembalikan.

“Kami menuntut agar uang kami Rp 328 miliar yang disimpan di KSP Jateng Mandiri dikembalikan. Sebab, sejak pertengahan 2016 dana kami tidak bisa ditarik dengan alasan tidak ada uang,’’ ungkap koordinator unjuk rasa, Lucy.

Total anggota di koperasi tersebut berjumlah sekitar 1.000 orang. Mereka menyimpan dana sejak 2007 hingga 2016. Nasabah koperasi yang memiliki kantor cabang di Semarang dan Temanggung tersebut sebagian besar adalah para pensiunan dan sudah lanjut usia.

‘’Kami menabung dan menyimpan di KSP Jateng Mandiri itu hasil kerja keras membanting tulang dan cucuran keringat. Uang itu adalah harapan kami untuk menyambung hidup kami yang sudah pensiun,” kata salah satu nasabah yang telah berusia 70 tahun lebih.

Menurut dia, nasabah memiliki simpanan di koperasi tersebut dengan jumlah bervariasi mulai dari puluhan, ratusan juta hingga miliaran rupiah. Bahkan, akibat dana anggota tidak bisa diambil, ada yang sakit dan meninggal dunia gara-gara memikirkan uangnya sulit ditarik.

Pengadilan

Para pendemo dalam orasinya meyakini dana koperasi tidak dipergunakan sebagaimana mestinya yakni disalurkan dalam bentuk kredit, namun disalurkan untuk perusahaan yang satu grup dengan KSP Jateng Mandiri.

‘’Mestinya kalau ada simpanan yang dihimpun ya disalurkan ke masyarakat dalam bentuk kredit, tidak dipakai untuk usahanya sendiri,’’ jelas salah satu nasabah yang tidak bersedia disebut namanya. Dari informasi nasabah, KSP Jateng Mandiri telah melakukan gagal bayar kepada para deposan/anggota sejak Juli 2016.

Sebenarnya pada Desember 2016 terjadi keputusan perdamaian di pengadilan niaga Semarang No 13/Pdt.Sus.PKPU/ 2016/PN. Niaga Semarang yang salah satu keputusannya membebaskan KSP Jateng Mandiri tidak membayar bunga dan cicilan pembayaran simpanan sampai akhir Juni 2017.

Namun, manajemen KSP Jateng Mandiri harus membayar bunga 5 persen per tahun yang harus dibayar mulai Juli 2017, dan cicilan pembayaran simpanan dengan nilai dibawah Rp 10 juta paling lambat akhir Desember 2017 harus lunas.

Namun kenyataannya sampai 10 Januari 2018, manajemen KSP Jateng Mandiri tidak bisa melakukan kewajibannya. Bunga hanya dibayar sampai Oktober 2017 dan itu pun pembayarannya dicicil, sedangkan untuk simpanan dibawah Rp 10 juta hanya dibayar sampai Rp 4 juta.

“Sudah sebulan ini KSP Jateng Mandiri tidak melakukan kewajibannya untuk melaksanakan pembayarannya. Anggota merasa dipermainkan karena tidak ada penjelasan resmi dari KSP Jateng Mandiri dan kapan akan diselesaikan sesuai kesepakatan homologasi,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum KSP Jateng Mandiri, Sujiarno Broto Aji, ketika memberikan klarifikasinya menjelaskan, stabilitas sistem keuangan KSP Jateng Mandiri goyah disebabkan karena penarikan dana secara masif atau rush oleh para anggota. Ia menduga penarikan dana secara bersamaan ini akibat dari kasus banyaknya koperasi yang kolaps.

Anggota koperasi khawatir hingga melakukan penarikan tabungan. Aji menyatakan pihaknya kini terus berupaya agar dana anggota bisa dibayarkan. Caranya lewat menjalin kerja sama dengan pihak ketiga serta menjual beberapa aset perusahaan.

‘’Namun kendalanya adalah aset tersebut sekarang sedang disita oleh pihak pihak kepolisian,’’ jelas pengacara senior ini. Karena itu, kini pihaknya berusaha untuk menempuh jalur hukum agar aset tersebut statusnya bisa dibebaskan. Agar selanjutnya bisa dijual dan dananya dipakai membayar/- mengembalikan dana anggota. Sumber : Suara Merdeka/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*