Jawa Timur

Target Pendapatan Diturunkan Sebesar 0,6 Persen, Aset Bukop Mojopahit Tembus 11,2 Milyar

Kota Malang, PipNews.Co.id – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia mengakibatkan resesi ekonomi secara global. Terpaksa, pada rapat menyusunan Rencana Kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) tahun 2021, pengurus Bank Koperasi Indonesia Provinsi Jawa Timur (Bukop Majapahit) merencanakan menurunkan target pendapatannya sebesar minus 0,6 persen dari pendapatan sebelumnya.

Hal tersebut rupanya mendapat perhatian Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, SE, MM yang hadir pada RK-RAPB tersebut. Menurut Slamet Sutanto target tersebut merupakan keputusan yang luar biasa sehingga patut diapresiasi. Karena, ditengah perekonomian Indonesia pada umumnya dan Jawa Timur pada khususnya, dimana BUMN, BUMS, BUMD dan BUMDes mengalami kontraksi ekonomi diatas 3 persen sedangkan Bukop Majapahit hanya menargetkan 0,6 persen saja.

“Luar Biasa, Bukop Majapahit hanya menargetkan penurunan sebesar 0,6 persen dari pendapatan sebelumnya. Itu artinya, Bukop Majapahit merupakan koperasi yang sehat. Saya yakin Bukop Majapahit bisa mencapai target tersebut,” tegas Slamet Sutanto saat memberikan sambutan pada RK-RAPB Bukop Majapahit, Selasa (15/12/2020).

Menurut Slamet Sutanto, untuk mewujudkan target tersebut ada beberapa hal yang perlu dipenuhi. Pertama, perlu didukung oleh seluruh anggota, pengurus yang kompeten dan kompak. Apalagi di era pandemi Covid-19, pemerintah juga wajib hadir dan mendukung baik dalam bentuk regulasi maupun kebijakan yang dapat mendorong terealisasinya target tersebut.

“Mumpung saat ini hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Beliau ahli dan pakar koperasi. Pengabdiannya pada koperasi ditunjukkan sejak berkarir di Kementerian Koperasi. Dan saat ini, dipenghujung karirnya beliau adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. Semoga, dengan kepakaran beliau, beliau mampu mengangkat harkat dan martabat koperasi di Jawa Timur,” tandas Slamet Sutanto.

Kedua, Bukop Majapahit harus berani mengambil langkah stategis progresif yaitu dengan melakukan transformasi digital. Menurutnya, trasformasi digitalisasi Bukop Majapahit akan mudah mencapai target terebut.

HUT Ke-68 Bukop Majapahit
Tepat tanggal 14 Desember 2020, Bukop Majapahit berusia 67 tahun. Bukop Majapahit didirikan pada tanggal 14 Desember 1952 dengan anggota sebanyak 14 Pusat Koperasi Pegawai Negeri dengan Aset mencapai Rp. 2.300.000.

Ternyata, setelah 67 tahun berkontribusi dalam membangun perekonomian nasional, anggotanya meningkat secara signifikan menjadi 75 anggota yang terdiri dari 34 Pusat Koperasi Pegawai Negeri dan anggota luar biasa sebanyak 31 primer Koperasi dengan aset mencapai Rp. 11.266.355.297.

Selama ini, usaha yang diajalankan oleh Bukop Majapahit adalah Unit Simpan Pinjam (USP) dengan jasa 1 persen efektif atau setara dengan 0,45 persen flat perbulan.

Selain itu, berlokasi ditempat yang sangat strategis yang berada ditengah-tengah kampus ternama di kota Malang, Bukop Majapahit juga mencoba peruntungan dengan usaha Asrama (rumah kos) yang dikhususkan bagi mahasisawi. Alhasil, usaha itupun sangat berhasil karena diserbu oleh para mahasiswi.

Tidak hanya itu, pujasera pun tak luput dari salah satu usaha Bukop Majapahit. Hasilnyapun tidak jauh berbeda dengan asrama, yaitu sama-sama menambah pundi-pundi asetnya.

“Kita patut untuk memberikan apresiasi kepada pengurus Bukop Majapahit terdahulu. Karena atas usaha dan kejelian mereka, aset Bukop Majapahit yang berada di Jalan Ijen yang merupakan lokasi sangat strategis di Kota Malang mampu meningkatkan nilai asetnya hingga mencapai 10 persen pertahun. Ini sangat luar biasa,” pungkas Slamet Sutanto.[Mr.C]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button