Jawa Timur

Ketua Dekopinwil Jatim : 3 Tantangan Berat Koperasi

Malang, PipNews.Co.id – Ketua Dekopinwil Jatim, Slamet Sutanto, SE, MM menyebutkan setidaknya ada tiga tantangan berat bagi koperasi agar benar-benar menjadi soko guru perekonomian bangsa.

Menurut Slamet Sutanto, apabila koperasi mampu melalui tantangan tersebut, maka dipastikan koperasi akan mampu bersaing dengan pelaku usaha yang lain. Sebaliknya, apabila koperasi tidak mampu menghadapinya maka dipastikan koperasi akan tenggelam.

“Ada 3 tantangan besar yang harus dihadapi oleh koperasi. Salah satu saja tidak mampu dihadapi, maka koperasi akan tenggelam,” ungkapnya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda Kabupaten Malang.

Slamet Sutanto menjelaskan bahwa 3 tantangan besar tersebut adalah Pertama, Teknologi. Bentuknya adalah transformasi digital. Jika selama ini sistem pengelolaannya dilakukan secara manual, maka sudah saatnya harus diubah menjadi sistem digital.

Kedua, Regulasi. Menurutnya regulasi jangan diabaikan karena regulasi merupakan pijakan bagi organisasi. Regulasi dari pemerintah harus memihak bagi koperasi. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah harus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah baik eksekutif maupun legislatif agar regulasi benar-benar memihak bagi koperasi.

“Regulasi itu sangat cepat berubah. Lain Bupati atau Walikotanya juga bisa jadi berubah regulasinya. Oleh karena itu segera menjalin komunikasi dengan Bupati atau Walikotanya dan juga DPRnya agar regulasinya memihak bagi koperasi,” ungkapnya.

Pihaknya membagikan pengalamannya saat menjabat ketua Dekopinda Kabupaten Belitar. Melalui komunikasi yang baik dan strategi yang tepat, Dekopinda Kabupaten Blitar melakukan kemitraan dengan pemerintah dan DPR setempat sehingga mampu mendorong terciptanya regulasi yang memihak koperasi.

“Alhamdulillah dulu waktu saya menjadi Ketua Dekopinda Kabupaten Blitar, Dekopinda Blitar mendapatkan anggaran hibah sebesar 500 juta. Beberapa hari yang lalu Dekopinda bersama Pemerintah Daerah sepakat melakukan MoU untuk pendampingan, pembinaan dan pemberdayaan koperasi dengan anggaran sebesar 400 juta. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi Dekopinda Kabupaten Malang, setidaknya bisa menyamainya. Bahkan seharusnya bisa lebih baik mengingat besarnya jumlah koperasi di Kabupaten Malang jika dibandingkan dengan Kabupaten Blitar yang jauh lebih sedikit,” jelas Slamet Sutanto

Terakhir, Kompetisi, menurut Slamet Sutanto koperasi harus berani melakukan kompetisi dengan pelaku usaha yang lain. Namun, sebelumnya Dekopinda harus meminta perlindungan kepada pemerintah baik melalui Gubernur maupun Bupati agar regulasinya berpihak terhadap koperasi.

“Swasta itu pesaing, Swasta itu lawan dan Swasta itu adalah Mitra. Nanti kita sama-sama menghadap kepada Gubernur dan Bupati agar dibuatkan regulasi yang memihak kepada koperasi,” pungkasnya [Mr.C]

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button