Pastikan Penguatan UMKM di Masa Pendemi, Menko Airlangga Tinjau Pelatihan Coaching-Clinik UMKM di Daerah

Pipnews.co.id, Yogyakarta – Masa pandemi saat ini, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan metode ‘gas dan ren’. Program PEN juga diarahkan untuk membangkitkan sektor UMKM, yang merupakan salah satu sektor usaha yang menciptakan pandemi, di sisi lain tetap tanpa melupakan faktor penanganan pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto saat menghadiri acara “Penguatan UMKM Ciptakan Stabilisasi Ekonomi di Jawa Tengah dan Yogyakarta” juga tidak lupa mengingatkan agar selalu menerapkan prokes kepada semua UMKM yang hadir dalam acara yang dimaksud.

“Hal ini memang menjadi tanggung jawab bersama, baik Pemerintah Pusat, Daerah maupun pelaku usaha untuk membuat pelaksanaan prokes dengan benar,” kata Menko Airlangga dalam siaran pers yang dilansir Humas Kemenko Perekonomian (20/6).

Selanjutnya, ia menjelaskan pelaku UMKM di Indonesia sangat didominasi oleh unit usaha mikro hampir 99,99% saham UMKM merupakan usaha mikro, sehingga program pemerintah dan intensif yang diberikan kepada pelaku usaha mikro akan memiliki peran signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional/PEN.

Kata Airlangga, pemerintah terus mendorong Program PEN bagi pelaku usaha UMKM di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memberikan kemudahan kepada UMKM melalui UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja seperti kemudahan untuk pendirian usaha serta mendapatkan sertifikasi halal

“Dalam rangka PEN, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp 184,83 trilium atau 26,4% untuk mendukung UMKM dari anggaran PEN tahun 2021 senilai Rp 699,43 triliun. Anggaran tersebut meningkat dari anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp 173,17 triliun,” ujar Airlangga.

Masih Menko Airlangga, Program KUR juga diberikan dengan suku bunga murah berupa subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga 31 Desembet 2021, tertundanya angsuran pokok KUR, relaksasi kebijakan KUR, serta peningkatan plafon KUR di 2021 dari Rp 253 triliun menjadi Rp 285 triliun.

“Untuk itu pemerintah membutuhkan kerjasama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pelaku UMKM, untuk memastikan kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Sehingga aktivitas UMKM akan semakin kuat dan mengungkit pertumbuhan,” tuturnya.

Dengan mendukung UMKM kata Menko tersebut, diharapkan ekonomi terutama di wilayah Yogyakarta ini dapat tercapai. Salah satu wujud implementasinya adalah acara yang diadakan hari ini untuk diungkap dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Terima kasih atas inisiatif BRI dalam menyelenggarakan acara yang baik ini sebagai upaya memperkuat UMKM di masa pandemi. Kegiatan ini sejalan dengan Arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan fokus untuk program UMKM di masa pandemi sebagai bagian dari program PEN,” pungkasnya.

Menko Airlangga juga menyaksikan KUR secara simbolis kepada pelaku UMKM binaan BRI, kemudian mengungjungi coaching-clinic terkait ekspor dan rajutan; terkait perizinan, sertifikasi halal dan pelatihan digital; serta Showcase produk yang dihaslkan UMKM tersebut, dari produk pernak pernik lokal Yogya, kain batik, fesyen, kerajinan tangan, kopi, jamu hingga kuliner angjringan dan mie goreng Jawa.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Wakil Direktur Utama BRI Catut Budi Harto Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dan para pelaku UMKM yang hadir secara langsung dan virtual. (Yannes) .

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.