Jokowi Apresiasi UKM Mampu Kembangkan Usaha Melalui KUR

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha rakyat. Salah satu wujud keberpihakan tersebut, yakni dengan menetapkan plafon total KUR periode 2018 menjadi Rp 120 triliun. Dimana jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 106 triliun. Tepatnya ada penambahan plafond sebesar Rp 14 triliun.

Selain itu, terkait besaran bunga juga diturunkan dari sebelumnya 9 persen menjadi 7 persen pada 2018. Jumlah bunga ini pun diakui sudah jauh menurun, jika dirunut dari awalnya kredit tersebut diluncurkan pemerintah sepuluh tahun lalu, yakni besaran bunganya 22%. Kemudian bunganya terus diurunkan hingga 12%. Karena jumlah tersebut masih dianggap memberatkan pelaku usaha mikro, pemerintah hampir setiap tahun terus menurunkan bunganya.

Maka pada 2017 para peminjam KUR dapat menikmati bunga 9 persen. Dengan angka tersebut, ternyata pemerintah masih memandang bunga itu masih besar sehingga pada 2018 diturunkan lagi 2 poin hingga menjadi 7 persen.

Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, saat membuka acara santunan anak yatim yang diselenggarakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6).

Pada kesempatan tersebut Menkop juga mengungkapkan kalau pihakya telah melaporkan terkait perkembangan KUR kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kata dia Kepala Negara sangat mengapresiasi, mengingat banyak UKM yang mampu meningkatkan skala usahanya setelah memanfaatkan dana KUR. “Jadi saya sampaikan ke Pak Presiden Jokowi, beliau sangat apresiasi dan sangat respon,” ujar Puspayoga

Menteri menambahkan karena IWAPI merupakan kumpulan para pengusaha, pasti banyak pula yang telah memanfaatkannya untuk pengembangan usaha. Ternyata apa yang diungkapkan orang nomor satu di Institusi yang membidangi pembinaan terhadap koperasi dan UKM di Indonesia diiyakan anggota dan pengurus IWAPI yang hadir, dengan tepukan tangan gemuruh.

Masih diungkapkan Puspayoga dalam sambutannya, bahwa puasa di bulan Ramadhan ditinjau dari aspek ekonomi, memberi keberkahan ekonomi tersendiri bagi para pedagang dan UKM. Kata dia momen Ramadhan ini bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan lebih dengan menjual aneka produk yang sesuai permintaan pasar. Sementara untuk kaum duafa datangnya Ramadhan ini juga membawa berkah tersendiri.

“Bagi fakir miskin, Ramadhan juga membawa keberkahan tersendiri, karena pada bulan ini umat muslim sangat juga dianjurkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada mereka,” ujarnya .

Khusus kepada IWAPI Menkop juga terus mendorong agar mendekatkan kepada masyarakat melalui program dan kegiatan-kegiatannya. Dengan demikian IWAPI akan semakin besar dan membawa dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya kaum perempuan.

“Kehadiran IWAPI seyogyanya dapat menjadi solusi dalam menjawab tantangan, dan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.