Koperasi Bisa Menjadi Pemutus Mata Rantai Kesenjangan Sosial

Pipnews.co.id, Jakarta – Koperasi sangat potensial untuk menjalankan peran sebagai pemutus mata rantai kesenjangan sosial dan pendapatan di kalangan masyarakat. Selain itu juga cocok menjadi wadah kelembagaan untuk pemberdayaan ekonomi.

Tak keliru jika terus dibentuk banyak dibentuk koperasi guna menindaklanjuti upaya menghilangkan kesenjangan, pemberdayaan ekonomi umat. Demikian disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (1/7).

Untuk itu Ma’ruf mendorong koperasi di Indonesia semakin meningkatkan kualitasnya sejalan dengan program pemerintah, yakni Kementerian Koperasi dan UKM yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas koperasi di Tanah Air dari waktu ke waktu. “Saya ingin masyarakat turut serta mendukung pemerintah untuk terus menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional,” ujarnya.

Masih menurut Ma’ruf dengan koperasilah perekonomian Indonesia tidak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh eksternal ekonomi global. Dengan kuatnya ekonomi umat melalui koperasi, lanjut Amin perekonomian kita juga tidak akan mudah dipengaruhi kondisi pasar global yang tidak menentu.
Adapun wartawan dan presenter televisi Andy F. Noya yang semula mengaku ragu pada koperasi, ternyata koperasi mampu mengambil peran di era digital ini. Ia pun kini semakin meyakini koperasi memang sangat potensial.

Andy mengaku banyak menerima pertanyaan terkait posisi koperasi di era digital atau di era milenium ini. Ternyata setelah dirinya sering berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UKM, dia melihat peran koperasi makin besar di era kekinian. “Jadi saya yang tadinya ragu sekarang tidak lagi setelah saya melihat perannya terhadap zaman bisa menjadi tumpuan, terutama bagi anak-anak muda, bagi UKM dan bagi mereka yang ingin memulai usaha,” katanya.

Bahkan Andi berpendapat bentuk koperasi adalah salah satu pilihan yang menarik. Dia secara pribadi kini mengaku mulai tertarik pada koperasi, karenanya ingin tinggal di desa dimana desa ini dia yakini bisa bergerak ekonominya berdasarkan konsep koperasi.

Lebih lanjut Andy mengungkapkan bahwa koperasi sekarang bukan cuma menghimpun uang-uang kecil, tetapi ada beberapa koperasi yang sekarang memiliki perputaran dananya sampai Rp 5 triliun. “Ini sesuatu yang perlu digalakkan, semoga koperasi sebagai soko guru ekonomi kita kembali kepada khittahnya, kepada prinsip-prinsipnya tanpa mengabaikan bahwa zaman sudah berubah, sekarang eranya era digital,” ungkapnya.

Andy pun berharap koperasi di usianya yang ke-71 tahun ini bisa semakin bermanfaat untuk rakyat di Tanah Air. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.