Anggota DPR Rahmat Handoyo : Sudah Saatnya Menunjukkan Kekuatan Koperasi Indonesia Sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pipnews.co.id, Jakarta 2 juli 2018

Salah satu makna dari memperingati Hari Koperasi yang jatuh pada tanggal 12 Juli setiap tahunnya, adalah untuk menggelorakan semangat Gerakan Koperasi Indonesia untuk tetap setia dan mencintai koperasi. Melalui peringatan Hari Koperasi itu, baik secara nasional maupun tingkat provinsi, kabupaten dan kota, diharapkan “gema koperasi” tetap bergaung di tengah masyarakat Indonesia.

Tidak terkecuali dengan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 pada tanggal 12 Juli 2018 waktu dekat ini, Harkopnas, juga akan digelar secara bersama-sama antara Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di satu pihak dengan Kementerian Koperasi dan UKM di lain pihak.

“Kedua lembaga ini secara bersama-sama, juga bertindak sebagai tuan rumah pelaksana,” kata Wakil Ketua Umum Dekopin Rahnat Handoyo dalam kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Harkopnas ke-71, seusai rapat Harkopnas di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM di Jalan Rasuna Said Jakarta pekan lalu.

Rahmat yang juga Anggota Komisi IV DPR-RI ini mengatakan, jika tidak aral melintang direncanakan Hari Koperasi ke-71 secara nasional akan diadakan di Istana Kepresidenan Bogor, dan akan dihadiri Presiden Joko Widodo. “Tapi itu, harapan kita, sedang kepastiannya masih menunggu jawaban dari pihak Istana,” imbuh Rahmat lagi.

Kata dia, sesuai rencana Dekopin bersama Kementerian Koperasi akan mendatangkan para pelaku koperasi di Indonesia.untuk masuk Istana bersilaturahmi langsung dengan Presiden. Pada kesempatan itu akan ada displai dan presentasi koperasi-koperasi besar Indonesia yang diharapkan bisa menjadi perhatian Presiden.

“Bukan apa-apa, sekarang ini memang sudah saatnya untuk menunjukkan kekuatan koperasi di Indonesia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang nyata,” kata Rahmat, kepada Pipnews.co.id.

Dia mencontohkan sudah ada koperasi Indonesia yang mampu menembus jajaran 300 koperasi besar dunia, di antaranya Koperasi Warga Semen Gresik. Di luar itu juga ada koperasi yang memiliki aset Rp 2,5 triliun dengan anggota 195 ribu orang, yaitu Koperasi Kredit CU Lantang Tipo di Sanggau Kalimantan Barat. Bahkan ada pula koperasi yang memiliki anak usaha yang sukses melantai di pasar Bursa/Efek Indonesia (BEI), yaitu Kospin Jasa Pekalongan.

Terkait pemilihan Istana sebagai tempat pelaksanaan acara puncak Harkopnas ke-71 adalah untuk menunjukkan bahwa koperasi telah setara dengan badan usaha yang lain. “Kita ingin tunjukkan bahwa bukan hanya BUMN atau perusahaan swasta besar saja yang bisa diterima di Istana tapi kita juga harus tunjukkan bahwa koperasi juga mampu,” ujarnya.

Masih oleh Rahmat dikatakan, kegiatan Harkopnas ini akan dirangkai dengan Harkopnas Expo di ICE BSD Tangerang Banten, pasar rakyat, jalan sehat, bakti sosial, ziarah ke Makam Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, dan renungan suci di Tugu Koperasi Tasikmalaya oleh Dekopin Wilayah Jawa Barat.

“Selain itu ada pula diskusi dan seminar koperasi nasional. Kemudian pemberian penghargaan kepada koperasi berprestasi serta penghargaan para tokoh yang dianggap berjasa membangun koperasi dan UKM,” katanya. Seraya menambahkan, bahwa tema yang diusung pada Harkopnas ini adalah “ Penguatan Koperasi Mendukung Ekonomi Nasional,” dengan sub tema Koperasi Sebagai Pilar Kekuatan Ekonomi Nasioanal di Era Digital. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.