Arabika Mamasa Juara 1, Koerintji Juara2 dan Toraja Juara 3 di Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-10

Pipnews.co.id, Yogyakarta 22 Oktober 2018

Pada Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-10 , Kopi Arabika yang dihasilkan oleh Koperasi Petani Kopi Kampung kabupaten Mamasa berhasil meraih Juara 1.  Kontes Kopi tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) bekerjasama dengan Puslitkoka yang diselenggarakan pada 17-19 Oktober 2018 di Kampung Jago, Filosopi Kopi, Sleman Yogyakarta.

KKSI sendiri mulai digelar pada tahun 2008. Pranoto Soernarto, Ketua Panitia mengatakan, penyelenggaraan tahun ini memecahkan rekor baru. “Tahun ini sample yang masuk 367, dibanding tahun lalu 220,” ucapnya saat pembukaan (17/10). Sample tersebut dipilih 30 terbaik dari 3 kategori yakni arabika, robusta dan arabika natural. Tiga puluh kopi tersebut telah diseleksi Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia) dan telah memasuki proses cupping.

Seperti kita ketahui bahwa kopi Spesialti  merupakan grade/level tertinggi yang dilabelkan untuk sebuah kopi yang memiliki rasa terbaik  dan diketahui dari mana kopi itu berasal, jenis beserta varietasnya. Tidak semua Kopi bisa mendapatkan predikat spesialti, karena untuk mendapatkan predikat specialti, kopi tersebut harus melalui proses yang sesuai standart mulai hulu hingga hilir. Selain itu juga harus melalui test cupping dan harus mendapatkan nilai minimal 80.

Jika tahun 2016, Arabika Toraja menjadi jawara atau pada Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-8, tahun 2017 menurun ke urutan kedua pada Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-9, yang diselenggarakan di Jakarta. Kopi Arabika Toraja yang dikirim oleh Toraja Red Beans Coffee Objek Wisata Ke’te Kesu’ Toraja Utara, berada satu trip di bawah Arabika Jambi Kerinci. Tahun 2018 ini, malah turun ke urutan ketiga, meski ada tiga finalis kopi Arabika Toraja yang ikut dalam kontes ini.

Tahun ini, jawara Kopi Arabika diraih oleh Yakub Tato dari Koperasi Petani Kopi Kampung, Desa Matande, Kecamatan Messawa, kabupaten Mamasa. Di urutan kedua, Basori dari Koperasi Koerintji Barokah, Kayu Aro Barat, Jambi. Dan posisi ketiga ditempati Thomas Upping dari Koperasi Tani PPKT Toraja, Kabupaten Toraja Utara.

Meski begitu, Arabika Toraja juga masuk dalam jajaran 10 besar, kopi arabika pilihan. Diantara kiriman kopi Arabika Toraja yang masuk 10 besar, yakni PT Sulotco Jaya Abadi dan Koptan PPKT Toraja, Desa Sapan, Kecamatan Buntu Pepasan, Toraja Utara.

Manajer Koperasi Petani Kopi Kampung, Esrawadi Para’pak, menyatakan Toraja tidak perlu berkecil hati, sebab kopi Arabika dari Mamasa yang menjadi juara di Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-10 ini sebenarnya membawa nama Toraja juga. Itu sebabnya, dalam pengumuman disebutkan Kopi Arabika Toraja Mamasa.

Esrawardi juga menyatakan sangat bersyukur Koperasi Petani Kopi Kampung bisa menjadi juara pada kontes kopi kali ini. Sebab, itu merupakan hasil kerja keras tak kenal lelah dari seluruh pengurus dan anggota Koperasi Petani Kopi Kampung di Matande, Messawa.

Dia berharap, ke depan, kopi Toraja dan Mamasa menjadi yang terbaik di Indonesia maupun dunia. (dari berbagi sumber/mas)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.