Atasi Kendala Permodalan UMKM perlu Skema Pembiayaan Berbasis Non Konvensional, seperti Gunakan Sertifikat HKI

Pipnews.co.id, Jakarta –  Kendala yang menghambat UMKM selama ini sulit berkembang adalah permodalan. Hal itu bisa teratasi apabila kita mulai menerapkan skema pembiayaan baru yang berbasis non konvensional, yaitu berupa HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Skema pembiayaan berbasis aset tidak berwujud (Intangible asset-red) ini, sudah banyak dijalankan di berbagai negara untuk mempercepat perkembangan SME (Small Medium Entreprise), seperti di Malaysia, China, jepang dan Korea.

Di tataran global sudah banyak negara yang menerapkan skema pembiayaan ini. Dalam  artian ada peran negara untuk menfasilitasi kebijakan tersebut guna mengangkat UMKM nya. Sedangkan di Indonesia secara format kebijakan pemerintah belum berjalan, namun beberapa investor sudah menerapkannya pada UMKM yang dianggap sebagai the future UMKM atau UMKM masa depan yang penuh dengan inovasi, brand dan sebagainya. Demikian sisampaikan Deputi Hukum Indonesia Creative Cities Network(HKI ICCN), Rizky A Adiwilaga, usai menghadap Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, kamis (16/1).    

Rizky  menambahkan, skema pembiayaan berbasis intelektual ini, untuk kepentingan UMKM kita adalah luar biasa, karena kata dia, mereka tidak lagi dituntut menyerahkan jaminan fix aset seperti tanah, mobil dan sebagainya. “Tetapi mereka cukup dengan menyerahkan sertifikat HKI seperti hak cipta, hak merek, hak paten, maka UMKM itu sudah bisa mendapatkan pendanaan,” tandasnya.

Masih jelas Rizky, sejumlah negara yang sudah menerapkan seperti China dan Korea, bahkan sudah ada lembaga sendiri yang dibentuk pemerintah, sekaligus lembaga penjaminannya, sehingga perkembangan UMKM future mereka berkembang dengan pesat. “Potensi di Indonesia sangatlah besar, karena UMKM Indonesia  jumlahnya 99,9% adalah UMKM dengan jumlah 60 jutaan lebih. Ini potensiya luar biasa. Mereka kalau ada skema pembiayaan yang friendly maka akan berlomba jadi besar,” tambahnya lagi .

Rizky juga mengatakan hal yang tepat jika Kemenkop dan UKM punya perhatian pada skema pembiayaan berbasis non konvensional ini. Sebab imbuh dia skema pembiayaan ini sudah menjadi tren dan level internasional. Dalam kancah internasional, kekayaan intelektual itu dinilai 80%, sementara aset berwujud seperti tanah hanya dinilai 20 persen.

Menurut Rizky dari sisi proses kebijakan sudah masuk dalam pilot project namun akan dicek lagi, perbankan sudah ada tapi memang ada beberapa catatan, murninya belum punya usaha, namun khusus Indonesia punya portofolio, atau usaha yang sudah berjalan. Namun kalau lihat komitmen perbankan itu positif, kalau ada raw model itu bagus untuk dijadikan pilar yang fix.

Pilot Project

Sementara itu Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan pembiayaan dengan skema icon konvensional ini. “Ini terobosan yang bagus sekali, namun memang perlu kerja keras untuk mensosialisasikan skema pembiayaan di Indonesia. Poin yang penting dalam hal ini adalah ada penghargaan terhadap kekayaan intelektual yang bisa menjadi jaminan atau kolateral untuk dibiayai lembaga keuangan,” katanya.

Teten Masduki menjanjikan gagasan ini akan dibawa ke sidang kabinet. “Ini menjadi salah satu upaya Kemenkop dan UKM untuk mendorong UKM masa depan yang berbasis nilai tambah dan kekayaan intelektual. Kita akan coba membangun sistem infrastruktur pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik UKM masa depan, yang penuh dengan inovasi, brand dan IT. Kita ingin UMKM  yang sesuai dengan karakteristik ukm masa depan brand maupun IT, Kita ingin UMKM masa depan yang basisnya value knowledge, inovasi, brand dan semacamnya,” tandasnya lagi.

Menkop dan UKM menjanjikan, pihaknya tak hanya bicara dalam taraf konsep saja. Nantinya akan ada pilot projet yang akan dicoba pembiayaannya untuk beberapa inovasi yang sudah di kurasi oleh Perguruan Tinggi. Tujuannya, nantinya akan didapatkan pola yang bisa diimplementasikan dalam bentuk peraturan atau kebijakan pemerintah. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.