Nasional

Bank Syariah Indonesia Sudah Terbentuk Hasil Merger Tiga Bank Syariah Himbara/BUMN

Pipnews.co.id, Jakarta – Teka teki tentang merger bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)/BUMN terjawab sudah, seiring dengan terbentuknya Bank Syariah Indonesia, yang merupakan gabungan dari tiga Bank Syariah Himbara. Yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

Penandatanganan akta penggabungan/merger tiga bank syariah yang kemudian namanya disebut Bank Syariah Indonesia ini, dilakukan di Jakarta pada Rabu (16/22/2020). Selanjutnya, Bank Syariah Indonesia yang dipimpin oleh Hery Gunardi selaku Direktur Utama akan efektif beroperasi 1 Februari 2021.

Hery Gunardi mengatakan, Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dipimpinnya menyiapkan  rencana bisnis yang akan dilakukan pada 2021-2023 dengan mendesain ulang model bisnis yang inklusif sesuai dengan prinsip syariah.

“Kami sepakat membangun brand lebih tidak terlalu menggambarkan bank ini eksklusif tapi inklusif, menjadi bank syariah universal Hery Gunardi dalam koperebsi pers usai penandatangan penggabungan.

Ia melanjutkan BSI akan merangkul akan merangkul semua lapisan masyarakat baik milenial maupun nonmilenial sesuai dengan prinsip syariah. BSI juga akan memperkuat bisnis wholesale banking dengan dengan membangun jangkar client mengingat modal yang dimiliki   hasil dari merger tiga bank syariah milik perusahaan anak bank BUMN akan semakin kuat.

Bisnis wholesole lanjut dia, akan membidik rantai nilai segmenrasi mulai dari prinsipal, distribsi sesuai prinsip syariah. “Selanjutnya, BSI juga ingin menjadi pemimpun dalam sindikasi,” kata Hery Gunardi.

Target selanjytnya adalah menyasar pasar sukuk global terutama di Timur Tengah mengingat potensi pasar yang besar dengan rencana mendirikan kantor perwakilan di Dubai pada 2021. “Dengan demikian, kalau ada perusahaan bagus di Indonesia seperti BUMN ingin melakukan isue sukuk global, nanti bank.ini bisa bantu mencari dari sisi investor,” imbuh Hery lagi.

Kecuali, itu tambah Dirut Bank Syariah Indinesia ini, pihaknya juga akan mendukung kredit usaha raktat (KUR) untuk mendorong UMKM yang terintegrasi atau merupakan referral dari cabang dan memiliki rantai nilai dari bisnis wholesale.

Mengutip siaran pers, berikut komposisi personil BSI. Dewan Komisaris : Mulia E Siregar (Komurasis Utama merangkap Komisaris Indelenden), Suyanto (Komisaris), Masduki Baidiowi (Komisaris), Imam Budi Sarjito (Komisaris), Suranto (Komisaris(, Bangun S Kusmulyono (Komisaris Independen), M Atief Rosyid Hasan (Komisaris Independen), Komaruddin Hidayat (Komisaris Independen), Eko Suwardi (Komisaris Independen).

Dewan Pengawas Syariah : Mohamnad Hidayat (Ketua Dewan Pengawas Syariah), Oni Syahroni (Anggota Dewan Pengawas Syariah), Hasanuddin (Anggota Dewan Pengawas Syariah), Didin Hafidhuddin (Anggota Dewan Pengawas Syariah).

Direksi : Hery Gunardi (Direktur Utama), Ngatari (Wakil Direktur Utama I), Avdullah Firman Wibowo (Wakil Direktur Utama II), Kusman Yandi (Direktur Wholesaler Transaction Banking), Kokon Alun Akbar (Direktur Retail Banking), Anton Sukarna (Direktur Sales and Dustribution), Achmad Syafii (Direktur Information Technology), Tuwul Widyastuti (Direktur Risk Management), Tribuana Tunggadewi (Direktur Compliance and Human Capital) dan Ade Cahyo Nugroho (Direktur Finance and Strategy).

Catatan lainnya yang dapat dikemukakan dari Bank Syariah Indonesia ini adalah besaran asetnya. “Jumlahnya sekitar Rp 214,6 triliun,” pungkas Hery Gunardi, mantan Dirut Bank Syariah Mandiri dan lulusan University of Oregon Amerika Serikat. ( Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button