Baru 3000 Notaris yang Melayani Badan Hukum Koperasi dengan SISMINBHKOP

Pipnews.co.id, Jakarta 16 Januari 2018

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) akan terus mendorong lebih banyak Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang terdaftar dalam Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (SISMINBHKOP) di Kementerian Koperasi dan UKM.

“Saat ini dari 12 ribu lebih notaris terdaftar, baru 2000-3000 NPAK yang melakukan registrasi ke Kemenkop dan UKM. Lantaran itu ke depan ini jumlahnya akan terus diperbanyak,” tutur Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring di kantornya di Jakarta (12/1/2018).

Kata dia, NPAK kalau tidak registrasi, tidak akan bisa online ke SISMINBHKOP. Menurutnya profesi notaris memang amat diperlukan karena merupakan satu-satunya yang bisa mengeluarkan akta badan hukum yang otentik.

“Saat ini pendaftaran badan hukum koperasi dan perubahan Anggaran Dasar koperasi telah dilakukan secara online. Sejak 2016 sudah ada sekitar 5397 badan hukum koperasi baru yang diterbitkan notaris.

Menurut Meliadi, dengan jumlah sekitar 300-an badan hukum koperasi diterbitkan setiap bulannya, itu artinya semangat dan minat masyarakat untuk berkoperasi masih tinggi. Karena itu pihaknya akan terus melakukan kerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan 20 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

“Kita ada di posisi hulu dan hilir untuk mempermudah pengurusan badan hukum koperasi di Indonesia. Di hilir, kita mempertajam kerja sama dengan kalangan notaris dan NPAK yang tergabung di INI”, tukas Meliadi.

Sementara di hulu, kata Meliadi, pihaknya sudah menandatangani MoU di Medan dengan 20 PTN seluruh Indonesia, untuk memasukkan perkoperasian sebagai mata kuliah dan masuk ke dalam kurikulum di program magister kenotariatan.

“Kita sedang menyusun materi perkuliahan tentang perkoperasian. Perguruan tinggi nantinya yang akan mengolahnya menjadi kurikulum”, imbuh Meliadi.

Jadi, sebelum lulus menjadi notaris dan saat menjadi mahasiswa sudah paham tentang seluk-beluk koperasi. “Karena, selama ini, mereka masih memandang koperasi dari sisi negatifnya saja. Setelah MoU, kami akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan program studi (Prodi) itu”, kata Meliadi. (Yan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.