Batam Sambut Investasi dan Industrialisasi Jadi Hub Logistik Internasional

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional salah satunya dengan meningkatkan iklim investasi dan bisnis di Batam. Skenario ini dituangkan dalam penyusunan Masterplan Percepatan Pengembangan Kawasan Batam. Bintan, Karimun dan Tanjungpinang (BBKT).

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) Perekonomian Susiwijono dalam siaran pers (27/8), hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk melakukan integrasi pengembangan dan pengelolaan Kawasan BBKT dengan tujuan peningkatan investasi, arus barang, penumpang, kunjungan wisatawan dan penguatan kelembagaan.
“Desainnya, masing-masing pulau memiliki core business yang terintegrasi dan saling mendukung untuk meningkatkan daya saing BBKT,” ujarnya.

Susiwijono menambahkan, tema kawasan pengembangan BBKT adalah menjadikan kswasan BBKT sebagai Hub Logistik Internasional. Hal ini untuk mendukung pengembagan industri perdagangan maritim dan pariwisata yang terpadu dan berdaya saing.

Batam dikhususkan untuk hub logistik Internasional, industri kedirgantaraan, indudtri hight and valuable (high tech), industri digital dan kreatif, internation trade dan finance center serts pariwissta. “Berdasarkan analisis lokasi ruang, terdapat 38 182 Ha yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan semua kegiatan tersebut,” tandasnya lagi.

Masih jelas Susiwijo, dengan mempertimbangkan kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19, melakukan integrasi antar kawasan, serta perbaikan kelembagaan dan regulasi, ditargetkan pertumbuhan ekonomi kawasan BBKT tumbuh optimistis 5,8% pada tahun 2021-2025.

“Untuk mendapat target tersebut, maka dibutuhkan rata-rata investasi tahunan sebesar Rp 75 triliun dengan proporsi Batam (73%), Bintan (13%), Tanjungpinang (11%) dan Karimun 3 persen. Dengan komposisi investasi bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri/PMDN (52%), Penanaman Modal Asing/PMA (43%) dan Belanja Pemerintah 5 persen,” kata Susiwijono.

Salah satu strategi untuk.mencapai target investasi tersebut adalah dengan pembentukan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam, yang memiliki berbagai insentif seperti tax holiday, pembebasan bea masuk dan kemudahan berusaha lainnya.

“Kedua KEK tersebut adalah KEK Nongsa dengan investasi Rp 16 triliun dan KEK Batam Aero Technic dengan investssi sebesar Rp 6,2 triliun,” tutur Susiwijono, yang juga sebagai Ketua Tim Teknis Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBBP) (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.