Nasional

Beras Bulog Diketeng Dengan Kemasan Mini Rp 2000 per Bungkus

Pipnews.co.id, Jakarta 22 Mei 2018

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, bahwa Bulog berencana menjual beras ketengan dalam bentuk sachet agar masyarakat kelas terbawah tetap bisa mengonsumsi nasi dengan harga terjangkau.

“Buwas”,panggilan akrab Budi Waseso mengatakan hal tersebut dalam audiensi dengan media di Kantor Perum Bulog, Jakarta, (14/5). Kata dia,beras ketengan itu akan dijual dalam kemasan 250 gram dan 500 gram dengan harga termurah Rp2.000 per bungkus.

“Masyarakat paling bawah punya uang Rp2.000 saja sudah bisa beli beras, makan nasi, jadi tidak harus membeli per kilogram setidaknya harus punya uang Rp10 ribu,” kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas.

Ia menjelaskan solusi beras renceng ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan beras harus terjangkau seluruh lapisan masyarakat dan tersedia bahkan di warung-warung kecil, layaknya kopi dan mi instan yang sudah pasti tersedia.

Selain itu, beras renceng juga mencegah mafia beras yang berniat menimbun beras dan membuat harga beras melambung karena kurangnya ketersediaan di pasaran.

“Kalau mau timbun, dia harus beli rencengannya, buka satu-satu. Kalau saya kasih curah, dia sedot 100 ton pun bisa, tidak keliatan barangnya ke mana,” kata dia.

Bulog berencana menjual beras dengan kemasan paling besar 10 kilogram yang akan ditempatkan di mitra atau agen yang bekerja sama dengan Bulog, Rumah Pangan Kita, serta menggunakan jejaring TNI dan Polri.

Buwas memaparkan beras kemasan 10 kg tersebut akan dipasang “barcode” sehingga dapat diketahui berapa beras yang sudah terjual di lokasi penjualan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog, Imam Subowo menjelaskan beras renceng menjadi solusi sederhana untuk tiga persoalan beras, yakni keterjangkauan, ketersediaan, dan stabilitas harga.

Dengan dijualnya beras di warung-warung kecil, Bulog akan lebih mudah mengendalikan harga, terutama memanfaatkan jejaring yang dibangun baik kios dan agen mitra maupun dengan TNI dan Polri.

“Toko sekecil apa pun biasanya ada kopi sachet, sedangkan toko beras di mana, rasanya agak jauh, mungkin di pasar. Alangkah baiknya di toko kecil sebelah kos-kosan, pabrik, ada beras sachet, jadi di titik mana pun beras tersedia,” kata Imam (Yan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button