Nasional

BNI Syariah Kini Resmi Jadi Penyalur KUR dengan Plafon Rp700 miliar

Pipnews.co.id, Jakarta – Total bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga saat ini menjadi 42 bank. Yakni sebanyak 38 Bank, 3 Koperasi dan satu Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Dari jumlah bank tersebut, baru untuk ada dua yang menyalurkan KUR syariah, yaitu BRI Syariah dan BPD NTB Syariah.

Namun dengan adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rahman dengan PT BNI Syariah dalam rangka subsidi bunga/margin Kredit Usaha Rakyat (KUR), di Jakarta, Rabu (2/9). Maka penyalur KUR syariah menjadi tiga bank.

“BNI Syariah kini menjadi penyalur KUR Syariah yang ketiga, dengan plafon penyaluran Tahun 2020 telah ditetapkan sebesar Rp700 miliar. Dengan rincian, plafon KUR Mikro sebesar Rp350 miliar dan KUR Kecil Rp350 miliar,” jelas Hanung.

Hanung pun mengharapkan, dengan ditandatanganinya PKP ini dapat mendorong percepatan penyaluran KUR. Menurut dia, total realisasi penyaluran KUR sampai dengan 30 Juli 2020, sebesar Rp93,53 triliun atau 53,1% dari target Rp176,22 triliun yang tersalurkan kepada 2.741.383 debitur. Rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp83,80 triliun (1.833.621 debitur), KUR Kecil/khusus sebesar Rp19,044 triliun (100.816 debitur), dan KUR TKI sebesar Rp 0,267 triliun (9.475 debitur).

Adapun total realisasi subsidi KUR sampai dengan 31 Agustus 2020 (Data Kementerian Koperasi dan UKM) sebesar Rp9,79 triliun atau sebesar 51,78% dari pagu anggaran Rp18,91 triliun. Rinciannya, subsidi IJP Rp156 miliar dari pagu Rp178 miliar, subsidi bunga KUR reguler Rp8,31 triliun dari pagu Rp13,77 T triliun, dan tambahan subsidi bunga KUR (Covid-19) Rp1,32 triliun dari pagu Rp4,96 triliun.

Sedangkan dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM pada 27 Juli 2020 membahas relaksasi kebijakan penyaluran KUR pada masa Covid-19, dan pada 13 Agustus 2020 dibahas usulan skema KUR Super Mikro dan perubahan kebijakan KUR pada masa Covid-19.

Keputusannya kata Hanung, skema KUR super mikro dengan suku bunga 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dengan plafon maksimal Rp10 juta. “KUR ini ditujukan untuk pekerja yang terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha,” paparnya seraya menyebutkan, KUR super mikro tidak dipersyaratkan agunan.

Lanjut Hanung, ada perubahan kebijakan tambahan subsidi bunga KUR pada masa pandemi Covid-19 dari yang sebelumnya 6 persen untuk tiga bulan pertama dan 3 persen untuk tiga bulan kedua, menjadi 6 persen sampai dengan 31 Desember 2020. “Termasuk adanya penundaan penetapan target penyaluran KUR sektor produksi sebesar minimal 60%,” imbuh Hanung.

Sementara itu Direktur Bisnis Retail dan Jaringan Bank BNI Syariah Iwan Abdi menegaskan, komitmen BNI Syariah terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan dalam bentuk relaksasi pembiayaan UMKM. Juga melakukan banyak pembinaan secara teknis terhadap pelaku usaha mikro. “Saat ini, kami memiliki sekitar 70 ribu debitur dari usaha mikro,” jelasnya.

Iwan meyakini, dengan turut menyalurkan KUR bisa berdampak positif terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. Menurut dia, pihaknya juga akan masuk lebih dalam lagi. Di samping itu, BNI Syariah pun sudah bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong dan mengembangkan nasabah Mekaar.

“Secara sistem dan teknologi BNI Syariah sudah cukup memadai untuk menyalurkan KUR. Dan sinergi ini akan bisa lebih cepat mengakselerasi pembiayaan untuk UMKM,” pungkas Iwan. (Esawe).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button