Nasional

BRI Ciptakan Desa BRIlian, Program Wawasan Literasi dan Inklusi Keuangan UMKM

Pipnews.co.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupaya memberikan wawasan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di pedesaan lewat Program BRIlian. UMKM pedesaan diharapkan lebih memahami produk dan layanan keuangan digital terkini.

Sekretaris Perusahaan Aestika Oryza Gunarto mengatakan, perseroan berupaya melakukan pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan, salah satu langkah dengan menjadikan desa sebagai lokomotif ekonomi nasional.

“Dalam program ini, fokus utama adalah revitalisasi BUMDes, desa wisata dan pengembangan produk unggulan desa yang sesuai dengan kearifan lokal,” kata Aestika dalam Webinar bertajuk Arah dan Peluang Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Desa di Jakarta (13/2).

‘Sebab desa BRIlian memang melayani pendorong digitalisasi ekonomi UMKM. Berbagai layanan seperti keagenan BRIlink, situs web pasar.id dan berbagai inovasi permainan disediakan. Termasuk pembangunan berkelanjutan di desa dengan mengandalkan BUMDes sebagai penggerak utama, “kata Aestika.

Mengutip pers, ia menjelaskan dengan desa BRIlian perserian ingin menyelaraskan steategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut oleh pemerintah.

Selain itu lanjut dia, adanya pemdampingan dan kolaborasi dari BRI, diharapkan membuat BUMDes dan masyarakat desa semakin mudah mengakses latanan keuangan. Salah satu pendampingan terhadap desa binaan oleh BRI adalah Desa Menanga Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Di desa Menanga pendampingan yang diberikan adalah literisasi keuangan. BUMDes Menanga hingga saat ini telah melakukan pencatatan keuangan dengan tertib, namun pencatatan masih belum sesuai dengan standar akutansi keuangan.

Pendampingan oleh BRI lainnya adalah di desa Kotoranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumsmatera Barat. Pemberdayaan yang dirasakak BUMDes Kotoranah adalah berupa pendampingan literasi bisnis, salah satunya berupa pengayaan profil perusahaan dan katalog online untuk menarik wisatawan.

“Maka BRI memberikan kekuatan kepada BUMDes pada aspek literisasi keuangan agar BUMDes Menanga dapat membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang tepat,” tuturnya.

“Hal ini dilakukan karena BUMDes Kotoranah bergerak dibisnis pariwisata,” ujarnya. Seraya menambahkan, seluruh program itu sejalan dengan aspirasi dan tujuan pemerintah. Pemulihan Ekonomi Nasional dimulai dari desa, sehingga pemerintah telah menjadikan BUMDes sebagai penggerak dan kesejahteraan masysrakat desa.

Sementara itu, dalam Webinar ini Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengatakan, saat ini ada 51.134 BUMDes di Indonesia dan sudah ada sekitar Rp 4,2 triliun dana desa disalurkan pemerintah dalam kurun waktu 2015-2020 untuk mendukung permodalan BUMDes.

“Sesang hasilnya pada periode yang sama BUMDes telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa sekitar Rp 1,1 triliun,” kata Budi Arie Setiadi. (Yan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button