Nasional

Dalam Gelaran Festival Sarung Indonesia, Kemenkop UKM Siapkan Tiga Booth Pameran

pipnews.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh penyelenggaraan Festival Sarung Indonesia. Sedikitnya akan menggelar 1000 jenis sarung dari berbagai daerah pada Festival yang akan dibuka Presiden Jokowi di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu, (3/3) itu.

Adapun bentuk dukungan yang diberikan Kemenkop dan UKM adalah menyediakan tiga booth untuk UKM binaan dari Rumah Sarung Indonesia (Rusari). Selanjutnya KUKM dari 4 provinsi yang terdampak bencana, yakni Sulawasi Tengah, NTB, Banten dan Lampung), serta UKM pilihan dari Provinsi Bali.

“Kita sangat mendukung kegiatan itu yang beberapa waktu lalu kita sudah memulai terapkan gerakan pakai sarung. Yang mana setiap karyawan kita haruskan menggunakan sarung setiap hari Jumat,” kata Meliadi Sembiring, Sekretaris Kemenkop dan UKM kepada wartawan dalam acara jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/2).

Meliadi menambahkan, tujuan bangga bersarung itu semata untuk meningkatkan usaha para UKM pengrajin sarung. Seperti saat kita mengkampanyekan batik, setiap Jumat menggunakan batik. Perkembangan batik sangat menggeliat, kalau dulu batik hanya berkembang di Jogja, Solo dan Pekalongan, sekarang hampir di setiap provinsi memperkenalkan batik khas daerah yang ada di provinsi masing-masing. Demikian sarung kalau dikampanyekan terus menerus akan menggeliat menyamai batik. “Bagaimana bisa meningkat kalau kita sendiri tidak menggunakan apalagi membelinya ,” tandas Meliadi.

Bukti keseriusan pemerintah mengkampanyekan penggunaan sarung sebagai gerakan nasional, kata Sesmenkop, Festival Sarung Indonesia tersebut didukung oleh 9 Kementerian/Lembaga, dimana Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, dipercayai sebagai Ketua Dewan Pembina.

Kepala Biro Perencanaan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi menambahkan, festival itu diadakan dalam upaya mendorong UKM pengrajin sarung, dan tenun meningkatkan kapasitas usahanya agar ke depan terus berkembang dan berdaya saing. “Ini terkait keinginan kita mendorong pengrajin dan kehidupan UKM yang berkelanjutan, karena kita tahu potensi ekonomi sarung ini sangat luar biasa,” ujar Zabadi.

Selain itu, kata Zabadi, dukungan Kemenkop dan UKM terhadap event ini sebagai upaya untuk melindungi UKM pengrajin sarung dan tenun dari gempuran produk dari luar negeri. “Insyaallah kita mendukung karena di sini ada kepentingan kita untuk memberikan dukungan kepada pengrajin tenun dan sarung. Kita tidak tutup mata banyak produk impor, jadi kalau kita tidak bangga dengan sarung Indonesia, maka akan berdampak kepada pengrajin,” tutup Zabadi.

Festival Sarung Indonesia yang akan pertama kali dilakukan ini, bertujuan untuk mempromosikan sarung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, dan mentransformasikan sarung sebagai trendsetter serta gaya hidup modern bagi generasi milenial.

Puncak acara tersebut akan ditandai dengan pencanangan Hari Sarung Nasional dan peresmian Rumah Sarung Indonesia (Rusari) yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden Jokowi. Sementara untuk Rusari yang kini berada di Smesco Indonesia merupakan sarana edukasi, promosi dan pemasaran sarung-sarung unggulan dari berbagai propinsi di Indonesia, dan menjadi pusat koleksi/khasanah dan referensi terbaik untuk mendapatkan sarung-sarung unggulan.

Kendian rangkaian kegiatan Festival Sarung Indonesia meliputi pasar rakyat, pameran sarung, Fashion on the street berbasis sarung, Karnaval sarung Indonesia, seminar dan sarasehan sarung. (Slamet AW).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button